Sempat Bersitegang dengan Tokoh Masyarakat, Polisi Bubarkan Deklarasi KAMI Banten

Sempat Bersitegang dengan Tokoh Masyarakat, Polisi Bubarkan Deklarasi KAMI Banten

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Banten didatangi puluhan massa dari Peguron TTKDH Kota Serang dan Peguron Jalak Banten, Kota Serang, karena  dianggap meresahkan dan melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Pondok Pesantren Al Islam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Minggu (27/09/2020).

Akhirnya deklarasi tersebut dibubarkan pihak Kepolisian Kota Serang dengan alasan keamanan, namun sebelumnya massa dari dua peguron tersebut sempat hendak merangsek masuk guna membubarkan deklarasi KAMI Banten dengan secara paksa.

Ditemui pada saat di lokasi kejadian, H. Mulyana selaku Ketua Peguron TTKDH Kota Serang mengatakan, pihaknya merasa geram dengan adanya deklarasi yang jelas melanggar peraturan yang mana pada saat ini di Provinsi Banten tengah melaksanakan PSBB di tengah pandemi Covid-19.

Apalagi menurutnya, kebanyakan dari peserta deklarasi tersebut berasal dari luar Banten.

“Kita datang ke sini berniat untuk membubarkan acara deklarasi yang seharusnya memang tidak perlu ada di Banten. Apalagi kita sekarang tengah di rundung pandemi. Kita tidak setuju dengan adanya kegiatan yang bisa mencoreng nama baik Banten, dan ditambah lagi kebanyakan peserta malah berasal dari luar Banten,” ujarnya.

Ketua Peguron Jalak Banten Kota Serang, Lutfi Tri Putra menambahkan, di Banten ini tidak perlu adanya deklarasi seperti ini (KAMI-red).

Karena menurutnya, Banten sudah damai. Jadi dirinya sangat tidak sepakat atau dengan kata lain menolak adanya KAMI di Banten.

Lanjut Lutfi, apalagi dengan misi apa yang dibawa KAMI ke Banten yang belum jelas. Maka dari itu Ia menolak adannya KAMI di Banten dengan alasan apaun.

“Kita sepakat menolak adanya KAMI di Banten. Karena mereka ini malah nantinya akan merusak ketentraman Banten, dan misi apa yang dibawa juga masih belum jelas. Apalagi mereka itu rata-rata bukan orang Banten. Tanpa adanya mereka (KAMI-red), Banten ini sudah aman dan tentram. Jadi kita sepakat bahwa KAMI itu tidak perlu ada di Bumi Banten ini,” katanya. (Jo)