Seluruh Relawan Vaksin Covid Sudah Selesai Disuntik

Seluruh Relawan Vaksin Covid Sudah Selesai Disuntik

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Seluruh relawan uji klinis fase tiga sudah mendapatkan penyuntikan sebanyak dua kali. Penelitian yang berlangsung sejak Agustus 2020 ini melibatkan 1.620 relawan.

“Sudah selesai disuntik, tinggal diikuti (perkembangannya),” kata Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil, Selasa (10/11/2020).

Seluruh relawan bakal diambil dan diperiksa darahnya dua pekan serta enam bulan pascapenyuntikan. 

Pemeriksaan darah guna mengetahui seberapa besar zat anti-Covid-19 yang muncul, keamanan, serta efficacy (kemanjuran) dari vaksin tersebut.

“Karena ada (yang disuntik) placebo, nanti dibandingkan. Yang (disuntik) vaksin dengan yang placebo, berapa yang kena (penyakit),” terangnya.

Menyoal efficacy dari vaksin produksi Sinovac Biotech itu, Kusnandi menambahkan, tidak bisa bergantung pada hasil penelitian di Indonesia saja. Uji klinis fase tiga vaksin produksi farmasi asal Tiongkok ini juga digelar di Brasil, India, dan Turki. 
“Karena efficacy itu harus (menggunakan data) puluhan ribu (subjek penelitian),” kata Kusnandi.

Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization, Sri Rezeki Hadinegoro memaparkan, proses uji klinis dalam masa pandemi ini berbeda dengan kondisi normal. 

“Uji pre-klinis saja bisa dua sampai tiga tahun, lalu masuk fase satu, dua, dan tiga bisa sampai 10 tahun baru diproduksi,” kata Sri.

Dalam kondisi pandemi, ungkap Sri, proses uji klinis bisa ditempuh secara cepat dengan tetap memerhatikan standar dan protokol yang berlaku. 

“Tujuannya untuk segera menurunkan kematian sebelum (terwujud) herd immunity. Buat menurunkannya, kita perlu vaksin,” ucap Sri.

Proses uji klinis di Bandung sudah memenuhi standar dan prosedur yang berlaku. Sri menjelaskan, Sinovac menggunakan inactivated virus yang mana teknologinya sudah ada di PT Bio Farma. 

“Kalau sudah ada fase satu dan dua, maka sudah tidak perlu penelitian panjang lagi. Tinggal follow up pemantauan uji klinis fase tiga,” tutur Sri.

Soal durasi waktu penelitian uji klinis yang diproyeksikan selesai pada Maret 2021, Sri menjelaskan, hal itu berkaitan dengan pemantauan oleh tim uji klinis. 

“Kita hendak menilai jumlah kasus, berapa banyak orang yang sakit. Kalau pemantauan terlalu pendek, belum maksimal hasilnya,” katanya.