Ekonomi

Selasa Sore, Rupiah Lanjutkan Pelemahan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Nilai tukar rupiah pada Selasa sore, masih melanjutkan pelemahan. Rupiah melemah 75 poin atau 0,53 persen menjadi Rp14.325 per dolar USD dari sebelumnya Rp14.250 per USD.

“Ketidakpastian hubungan dagang Amerika Serikat-China masih menjadi faktor yang mendorong minat investor untuk mengoleksi emas,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Sebab, kata dia, pada akhir pekan lalu Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya masih belum siap untuk membuat kesepakatan dengan China.

Sebelumnya Trump juga sudah mengancam akan mengenakan tarif 10 persen pada produk impor asal China senilai USD300 miliar

Beberapa analis memperkirakan jika perang dagang AS-China terus tereskalasi bisa menyebabkan perekonomian global jatuh kepada resesi.

Hal itu dikarenakan AS dan China merupakan dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Pengaruhnya akan melebar ke seluruh penjuru negeri.

Untuk mempertahankan stabilitas nilai mata uang rupiah, Bank Indonesia kembali memantau keadaan pasar dengan cara melakukan intervensi dalam pasar obligasi dan valas melalui transaksi Domestic Non Delivery Forward (DNDF) yang bertujuan demi membendung risiko yang dipicu kekhawatiran akan krisis keuangan di Argentina dan risiko politik di Hong Kong serta perang dagang.

“Walaupun intervensi ini hanya menahan pelemahan sesaat, tetapi BI benar-benar ikut berjibaku dalam menstabilkan mata uangnya,” kata Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.268 per USD. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.268 per USD hingga Rp14.334 per USD.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini, menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.283 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.220 per USD.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close