Hukum

Selain Maria Lumowa, Ini Daftar Buronan yang Kabur ke Luar Negeri

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Maria Pauline Lumowa, pembobol Bank BNI akhirnya berhasil diekstradisi dan tiba di tanah air pada Kamis (9/7). Dia 17 tahun jadi buronan dan pada Juli 2019 ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla.

Maria merupakan salah satu tersangka pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru senilai Rp1,7 triliun melalui Letter of Credit (L/C) fiktif. Kasus Maria berawal pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003.

Saat itu Bank BNI mengeluarkan pinjaman 136 juta dollar AS serta 56 juta Euro atau senilai Rp1.7 triliun dengan kurs kala itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria bersama Adrian Waworuntu. Pada 2003, setelah melakukan investigasi terhadap keuangan perusahaan Maria dan Adrian, BNI mendapati entitas bisnis yang dipinjaminya uang triliunan itu tidak pernah melangsungkan ekspor.

Maria bukan satu-satunya buronan kelas kakap yang melarikan diri ke luar negeri. Berikut ini daftar buronan yang kasus menghebohkan. Ada yang hingga kini belum tertangkap:

1. Djoko Tjandra ganti kewarganegaraan

Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali ini juga tengah ramai dibicarakan lagi setelah diketahui sudah berada di Indonesia sejak tiga bulan lalu untuk mengurus KTP elektronik di ibu kota Jakarta.

Djoko pada Agustus tahun 2000 didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp 940 miliar. Namun majelis hakim memutuskan Djoko lepas dari segala tuntutan karena menilai perbuatannya bukanlah perbuatan tindak pidana melainkan perdata.

Kejaksaan Agung pada Oktober 2008 kemudian mengajukan Peninjauan Kembali kasus tersebut. Pada Juni 2009, Mahkamah Agung menerima Peninjauan Kembali yang diajukan dan menjatuhkan hukuman penjara dua tahun kepada Djoko, selain denda Rp 15 juta.

Namun Djoko mangkir dari panggilan sidang penjatuhan hukuman dan dilaporkan telah berpindah kewarganegaraan ke Papua Nugini.

2. Eddy Tansil kabur ke Tiongkok

Namanya mungkin tak asing lagi bagi sebagian orang, sebab pebisnis ini merupakan buronan koruptor terlama yang diburu negara. Eddy Tansil merupakan pembobol uang negera melalui kredit Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) melalui perusahaan Golden Key Group (GKG) yang merugikan negara hingga Rp 1,3 triliun.

Ia kemudian dijebloskan ke penjara pada 1993 dan seharusnya mendekam selama 20 tahun. Namun pada 1996, ia berhasil kabur dari penjara Cipinang dan buron hingga sekarang.

Diketahui Eddy kembali ke kampung halamannya di Fujian, salah satu provinsi di pesisir selatan Tiongkok, tempat lahir mayoritas keluarga-keluarga migran Tionghoa terdahulu dari Indonesia.

Ternyata, di sana Eddy kembali mengulang kejahatannya dan kini masih dalam proses peradilan melawan Bank of China yang menggugatnya secara perdata di Pengadilan Tinggi Fujian sejak Juli 2003. Upaya liciknya menimbulkan kredit macet yang merugikan negara yang jika dirupiahkan senilai Rp791 miliar.

3. Eks Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin ditangkap di Kolombia

Sebelumnya akhirnya dihukum 13 tahun penjara hingga 2025, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini merupakan tersangka utama dalam kasus suap pembangunan wisma atlet (Hambalang) untuk SEA Games ke-26.

Pada Mei 2011, beberapa jam sebelum diumumkan bakal dipecat Dewan Kehormatan PD, Nazaruddin rupanya sudah kabur ke luar negeri. Ia dilacak singgah ke beberapa negara termasuk Singapura, Tiongkok, Vietnam, Kamboja, dan Malaysia.

Akhirnya, jejaknya terendus oleh Interpol pada 7 Agustus 2011 setelah menggunakan paspor palsu, dan segera ditangkap saat meninggalkan Kota Cartagena, Kolombia. Keesokkan harinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan agar ia dibawa kembali ke tanah air untuk menjalani proses pengadilan.

4. Sjamsul Nursalim menetap di Singapura

Bagi kalian yang tak kenal nama Sjamsul Nursalim, ia merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang memperkaya diri sendiri bersama istrinya sebanyak Rp 4,58 triliun. BLBI adalah skema pinjaman yang diberikan Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami masalah likuiditas pada saat krisis moneter 1998.

Konglomerat yang merintis bisnis dari bawah dengan mendirikan PT Gajah Tunggal tersebut hingga kini belum pernah memenuhi panggilan KPK sebab telah menjadi penduduk tetap di Singapura. Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura pun mengetahui ia memiliki setidaknya empat alamat tetap di sana.

Akibat mengemplang dana BLBI dengan nilai fantastis itu, baik Sjamsul dan istrinya terancam pidana penjara sangat berat yakni maksimal 20 tahun. Ia pun kini masih memiliki saham di beberapa perusahaan seperti PT Mitra Adi Perkasa, Gajah Tunggal, dan sejumlah bisnisnya di Tanah Air, terutama di sektor properti, batubara, dan ritel.

Berdasarkan data Forbes, total kekayaan Sjamsul mencapai US$810 juta atau sekitar Rp11,5 triliun.

5. Gayus Tambunan ditangkap di Singapura

Pegawai Dirjen Pajak ini pada satu dasawarsa lalu namanya terpampang di berita-berita utama. Ia berada di tengah pusaran kasus mafia pajak yang melibatkan banyak pejabat. Akibat ulahnya, pria kelahiran Jakarta, 9 Mei 1979 itu memiliki akumulasi vonis selama 29 tahun penjara.

Namun sebelum akhirnya mendekam di hotel prodeo, Gayus sempat kabur ke Singapura sebelum akhirnya berhasil dibujuk untuk menyerahkan diri pada 30 Maret 2010. Setelah diskusi panjang sambil makan malam di Asian Food Mall, Orchard Road, Singapura, polisi membawanya pulang ke Indonesia.

Berstatus tahanan dan mendekam di penjara, tak membuat Gayus kehilangan kesaktiannya dan berhenti membuat heboh. Berbekal paspor palsu dengan nama Sony Laksono, Gayus berhasil terbang ke Bali dan kemudian ke sejumlah negara.

Foto paling populernya mungkin ketika tertangkap kamera tengah duduk mengenakan rambut palsu ketika nonton tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali. Namun tak hanya itu, ia juga sempat diketahui ke luar-masuk penjara hingga jalan-jalan ke Macau, Kuala Lumpur, Singapura, dan beberapa kali ke sejumlah restoran di Jakarta.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close