Sektor Transportasi dan Pergudangan Paling Tertekan di Kuartal II-2020

Sektor Transportasi dan Pergudangan Paling Tertekan di Kuartal II-2020

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat transportasi dan pergudangan menjadi sektor yang paling tertekan selama kuartal II-2020. Akibatnya ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tumbuh negatif 5,32 persen secara year on year (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan sektor transportasi dan pergudangan menjadi sumber kontraksi tertinggi pada pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020, yakni minus 1,29 persen diikuti oleh industri pengolahan, perdagangan, serta akomodasi dan makanan minuman.

“Sumber kontraksi yang tertinggi adalah pada transportasi dan pergudangan sebesar minus 1,29 persen, kemudian diikuti oleh pertumbuhan negatif dari industri pengolahan yang kontraksi 1,28 persen,” kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.

Secara year on year (yoy), sektor transportasi dan pergudangan tumbuh negatif hingga 30,84 persen. Bahkan karena penurunan ini kontribusi sektor transportasi dan pergudangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 3,57 persen.

“Untuk transportasi dan pergudangan, kalau pada kuartal II-2019 yang lalu kontribusinya sebesar 5,57 persen karena mengalami terkontraksi, turun menjadi 3,57 persen. Tetapi secara umum struktur PDB tidak berubah,” jelas dia.

Suhariyanto menambahkan hanya sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 10,88 persen pada kuartal II-2020. Sementara ada enam sektor lain yang mencatatkan pertumbuhan, meski mengalami perlambatan dari tahun sebelumnya.

“Sektor informasi komunikasi ini tumbuh signifikan yaitu 10,88 persen, karena selama pandemi terjadi peningkatan belanja iklan, trafik internet, dan adanya peningkatan jumlah pelanggan internet. Jadi satu-satunya sektor yang tumbuh positif dan meningkat adalah informasi dan komunikasi,” pungkas dia.