Ekonomi

Sektor Agri dan Keuangan Menekan Laju IHSG

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah ke zona merah pada perdagangan hari Selasa (7/8/2018). IHSG tertekan -0,16 persen (-10 poin) ke level 6.091.

Sektor agri dan keuangan menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -0,86 persen dan -0,75 persen. “Aksi ambil untung investor menjadi faktor yang memicu pelemahan indeks,” kata Analis.

IHSG bersinar pada trading hari Senin didorong oleh rilis data pertumbuhan ekonomi yang berada di atas ekspektasi pasar

Indeks saham Asia bergerak menguat pada trading sesi sore hari Selasa (7/8) seiring kegelisahan terhadap perang dagang menjadi sentimen yang membebani pada perdagangan kemarin.

Indeks Nikkei 225 naik 155,42 poin dengan dukungan sebagian besar sektor yang ke arah teritori positif. Saham-saham telekomunikasi menjadi lokomotif penguatan bursa Jepang.

Sementara itu market saham China bergerak menguat pasca mengalami tekanan pada trading awal pekan ini. Indeks saham-saham unggulan, CSI 300 naik 2,92 persen.

Sedangkan Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong melanjutkan penguatan. Laju Indeks Hang Seng mendapat sokongan dari penguatan saham energi, properti dan konstruksi. Saham Country Garden naik 6,24 persen.

Bursa Australia terpantau melemah pasca bank sentral Australia mempertahankan suku bunga acuan. Indeks S&P/ASX200 terkoreksi 0,3 persen seiring tekanan yang terjadi pada saham-saham material dan telekomunikasi.

Bursa saham Wall Street membalikkan pelemahan di sesi awal dan berakhir lebih tinggi, Senin, karena reli di sektor teknologi dibayangi kekhawatiran atas sengketa perdagangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 39,60 poin (0,16 persen) menjadi mengakhiri hari di posisi 25.502,18.

Sementara itu, indeks m S&P 500 bertambah 10,05 poin (0,35 persen) menjadi 2.850,40, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq melonjak 47,67 poin (0,61 persen) menjadi 7.859,68.

Analis mengutip musim pendapatan kuartal kedua yang kuat sebagai faktor pendukung pergerakan saham, dengan perusahaan S&P 500 sejauh ini melaporkan laba 24 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close