Sejumlah Tokoh Berdiskusi Tentang Keadilan Energi

Sejumlah Tokoh Berdiskusi Tentang Keadilan Energi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Dalam suasana jelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah tokoh berdiskusi tentang Keadilan Energi. Diskusi tersebut digelar oleh PT. Viral Indonesia Servis dan ditayangkan secara live pada channel youtube Agama Akal TV.

Menghadirkan narasumber Vivin Sri Wahyuni Pengamat Pembangunan, Arief Poyuono Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN, dan Askiman Wakil Bupati Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Dalam pengamatan Vivin, Pengamat Pembangunan asal Universitas Indonesia, keadilan energi kita sudah sangat bagus, dan kebijakan Kementerian ESDM soal kedaulatan energi juga bagus sekali. “Tinggal kita perlu awasi agar kemanfaatannya merata”, terangnya.

“Indonesia juga perlu mencari alternatif energi agar tidak hanya bergantung pada sumber daya fosil maupun panas bumi”, tambahnya. “Dan yang terpenting, Keadilan dan Kedaulatan Energi harus mendukung perkonomian nasional”, pungkas Vivin.

Sementara Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN juga mengatakan bahwa keadilan energi kita sudah mulai terwujud. Akan tetapi Menteri ESDM perlu berikan perhatian khusus terhadap praktik mafia di sektor migas. “Saya melihat ada harapan di pemerintahan Jokowi ini untuk mewujudkan keadilan energi”, paparnya.

Adapun Askiman, Wakil Bupati Kabupaten Sintang Kalimantan Barat menyampaikan harapan agar pemerintah pusat yang memiliki kewenangan di sektor SDA memberikan peluang kepada Kabupaten/Kota dalam hal pengelolaan. Sebab dengan itu lah nanti potensi Sumber Daya Alam kita bisa dimaksimalkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Diskusi yang digelar pada hari Kamis 13 Agustus 2020 ini juga mendapat sambutan antusias dari warga net. Salah satunya adalah Ardli Robbi Habibie, ia berkomentar bahwa untuk mewujudkan keadilan energi, mentalitas masyarakat juga perlu diupgrade.

“Penduduk negara-negara scandinavian lebih sering menggunakan sepeda daripada kendaraan hybrid (anti fossil). Maka terbarukan tidak membutuhkan wacana dan retorika, namun Dedikasi dan Political Will”, tulisnya dalam kolom komentar.