Internasional

Sehari Setelah Teror Bom, AS Tutup Lima Pangkalannya Di Afghanistan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Janji untuk menutup lima pangkalan militer di Afghanistan sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani dengan pihak Taliban lebih dari empat bulan lalu akhirnya dipenuhi Amerika Serikat (AS).

Perwakilan khusus Presiden Trump untuk perundingan itu, Zalmay Khalilzad mengatakan, pihak Amerika Serikat setuju untuk meghapus lima pangkalan militer miliknya di 135 hari pertama.

“Amerika Serikat telah bekerja keras untuk menyelesaikan tahap pertama dari komitmennya berdasarkan perjanjian, termasuk mengurangi pasukan dan meninggalkan lima pangkalan. Pasukan NATO telah turun dalam jumlah yang proporsional,” kata Khalilzad di Twitter, seperti dikutip dari Fox News, Rabu (15/7/2020).

Media Afghanistan, Tolo, melaporkan bahwa lima pangkalan AS yang ditutup itu berlokasi di provinsi Helmand, Uruzgan, Paktika dan Laghman, di Afghanistan selatan dan timur.

Sementara itu, pangkalan AS terbesar yang berada di Bagram di luar Kabul dan lapangan terbang Kandahar di Afghanistan selatan masih tetap terbuka.

Ketentuan utama lain dari perjanjian perdamaian yang dinegosiasikan  antara Taliban dan Amerika Serikat di Doha, pada bulan Februari lalu adalah penarikan besar-besaran pasukan Amerika dari Afghanistan.

Amerika Serikat telah mengurangi jumlah tentara di wilayah tersebut menjadi sekitar 8.600 pasukan, dari yang awalnya berjumlah sekitar 100 ribu pasukan pada 2010.

Menurut pemerintah Afghanistan, meskipun telah terjadi pengurangan pasukan Amerika di negara itu, kekerasan antara Taliban dan pasukan Afghanistan semakin memuncak dalam beberapa bulan terakhir.

Sehari sebelum pangkalan ditutup, Taliban meledakkan sebuah bom mobil di fasilitas pemerintah di Aybak, ibukota provinsi Samangan, dekat kantor Direktorat Keamanan Nasional (NDS), sebuah agen keamanan intelijen.

Serangan tersebut menewaskan 11 personel keamanan dan melukai setidaknya 63 warga sipil, termasuk anak-anak.

“Kami mengutuk serangan hari ini. Penggunaan bahan peledak utama untuk meledakkan kendaraan di ibukota provinsi tidak dapat diterima dan akan memperkuat mereka yang menentang perdamaian dan bermain di tangan spoiler. Semua pihak harus mengurangi kekerasan,” kata Khalilzad dalam twitnya pada Senin (13/7).

“Kekerasannya tinggi, terutama dalam beberapa hari dan minggu terakhir. Warga Afghanistan terus mati dalam jumlah besar tanpa alasan. Serangan Taliban hari ini di ibukota provinsi bertentangan dengan komitmen mereka untuk mengurangi kekerasan sampai gencatan senjata permanen dicapai dalam pembicaraan intra-Afghanistan, ”tambahnya.

Lonjakan kekerasan di seluruh negeri yang menargetkan pasukan Afghanistan kemungkinan merupakan taktik untuk memaksa pemerintah membebaskan hampir 600 tahanan Taliban sebelum kelompok itu mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir dua dekade di kawasan itu.

Mengutip Al Jazeera, pemerintah telah membebaskan 4.199 tahanan Taliban dan 779 anggota pasukan pro-pemerintah Taliban, menurut angka yang diberikan oleh kedua pihak.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close