Lintas DaerahPeristiwa

Sedang Panen Sawit, Petani di Sumsel Tewas Diserang Babi Hutan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Serangan binatang buas di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) kembali terulang selama dua hari berturut-turut. Setelah harimau Sumatera, kini seekor babi hutan menyerang pasangan suami istri yang menyebabkan seorang tewas.

Serangan itu dialami Ali Nurdin (53) dan istrinya Rohana (50), warga Pendopo, Empat Lawang, Sumsel. Korban Ali Nurdin tewas dengan banyak luka, seperti di tangan, dada, leher hingga tangan kirinya nyaris putus.

Peristiwa itu terjadi saat kedua korban tengah memanen sawit di kebun milik saudaranya di Desa Padang Sumatera, Kecamatan Pendopo Barat, Empat Lawang, Minggu (17/11). Begitu Rohana pergi mengantar sawit yang sudah dipanen ke atas bukit, datang babi hutan mendekati suaminya.

Babi tersebut langsung menyerang korban. Korban pun berteriak meminta tolong sehingga istrinya datang untuk menolong. Rohana mengambil dodos dan menusuk babi tersebut. Mendapat serangan balik, babi itu lantas berbalik arah mengejar Rohana. Beruntung, Rohana selamat lalu meminta pertolongan warga.

Suami Meninggal di Lokasi

Rohana bersama warga kembali mendatangi TKP. Mereka kaget menemukan korban tewas terkapar bersimbah darah. Kapolsek Pendopo AKP Hariyanto membenarkan kabar tersebut. Korban dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan.

“Benar, kejadiannya kemarin siang saat korban memanen sawit, korbannya pasangan suami istri, yang laki-laki meninggal dunia,” ungkap Hariyanto, Senin (18/11).

Serangan binatang buas di Sumsel terjadi dalam kurun waktu dua hari terakhir. Pada Sabtu (16/11), wisatawan Gunung Dempo Pagaralam diserang harimau Sumatera saat kemping. Beruntung, korban selamat dari serangan itu.

Habibat Hewan Liar Terganggu

Konflik antara manusia dan binatang juga kembali terjadi keesokan harinya, Minggu (17/11). Seorang petani, Kuswanto (58) tewas akibat diserang raja hutan saat berada di kebun kopi miliknya di Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Minggu (17/11) pagi. Korban tewas di tempat dengan banyak luka cakar di tubuhnya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Genman Hasibuan menyebut, serangan binatang kepada manusia tersebut lantaran habitatnya terganggu. Gangguan itu disebabkan banyak hal, mulai dari kebakaran hutan, illegal logging, perburuan dan perambahan.

“Hewan-hewan keluar dari habitatnya, pasti ada gangguan. Tugas kita semua bagaimana melindungi habitat mereka, tempat tinggal mereka jangan diganggu,” kata dia. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close