Sebut Jakarta Tak Terapkan City of Intellect, Megawati: Sekarang Jadi Amburadul

Sebut Jakarta Tak Terapkan City of Intellect, Megawati: Sekarang Jadi Amburadul
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (foto kumparan.com)
JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kondisi Jakarta sekarang disebut cukup amburadul. Hal itu karena Jakarta diilai tidak menjadi salah satu kota yang menerapkan konsep city of intellect.
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjelaskan konsep city of intellect kali pertama disampaikan oleh Bung Karno. Menurut dia, modal dasar yang harus dimiliki sebuah kota agar bisa disebut kota yang baik adalah menerapkan konsep city of intellect.
"Modal dasar untuk memberikan penganugerahan pada banyak kota, untuk pengertian siapa yang mendekati secara lapangan, yang seperti apa yang dikatakan Bung Karno, yang telah dibuat beliau yaitu city of intellect," kata Megawati saat menyampaikan pidato secara virtual, Selasa (10/11/2020).
Jakarta, kata Megawati, harusnya bisa menerapkan konsep ini sekarang.
"Persoalannya sekarang Jakarta jadi amburadul karena seharusnya city of intellect dapat dilakukan. Tata kota, master plan siapa yang buat, tentunya para akademisi," kata Ketum PDIP ini.
Megawati kemudian menceritakan kenangannya saaat pertama kali pindah dari Yogyakarta ke Jakarta. Ia saat itu ingin belajar menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Namun, apa daya, banyak teman-temannya di Jakarta menggunakan bahasa yang informal.
"Saya senang sekali diundang untuk ini karena saya adalah saksi melihat kota Jakarta ini. Dulu waktu pindah dari Jogja tahun 50, saya enggak bisa berbahasa Indonesia yang baik, yang proper. Karena teman-teman saya ngomongnya lu, gue," ujar Ketua Dewan Pengarah BPIP ini.
"Karena kan masyarakat Betawi ya. Jadi bapak, ibu saya suka pusing. Ya, saya belajar bahasa Indonesia yang baik tapi kalau keluar gimana saya berbahasa Indonesia yang baik kalau teman saya lu, gue," ujarnya.
Megawati kemudian bercerita bahwa dulu yang dikenal dari Jakarta hanyalah kawasan Menteng. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kawasan lain akhirnya juga dikenal.
"Dan Jakarta itu hanya Menteng inilah. makanya anak-anak di Menteng dibilang lu tinggal di mana, saya Anmen (anak Menteng). Jadi kebayang enggak saya ngalamin. Baru setelah itu ada Kebayoran dan lain-lain," pungkasnya. (ws)