Nasional

Sebelum Beraksi, Pelaku Teror Pelemparan Sperma Akui Minum Tuak Terlebih Dahulu

TASIKMALAYA, SENAYANPOST.com – Polres Tasikmalaya Kota mengamankan SN (25), tersangka kasus asusila terkait teror sperma terhadap seorang ibu rumah tangga, Senin (18/11) siang. Pelaku mengaku berada dalam pengaruh minuman keras saat beraksi.

Diketahui, SN dilaporkan oleh ibu rumah tangga LR (43) dalam kasus terhadap kesusilaan ke Polres Tasikmalaya Kota. , Kota Tasikmalaya, Rabu (13/11) pukul 14.45 WIB.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto mengatakan kasus ini bermula dari laporan masyarakat.

“Telah terjadi [tindak] merusak kesusilaan di muka umum. Hari ini kita telah mengamankan tersangka inisial SN,” ucapnya, dikutip dari CNN Indonesia TV, Senin (19/11).

SN ditangkap di kediamannya di Cieunteung, RT 006 RW 006 Kelurahan Argasari, Kec Cihideung, Tasikmalaya. Ketika itu, pelaku sempat melakukan perlawanan dan mengamuk. Keluarga pun tampak menangis.

Atas perbuatannya ini, SN dijerat dengan pasal 281 KUHP tentang kejahatan terhadap kesusilaan. Ancaman hukumannya adalah maksimal dua tahun delapan bulan penjara atau denda Rp400 ribu.

Kasus ini bermula saat LR, warga Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Tasikmalaya, tengah menunggu ojek online di tepi Jl Letjen Mashudi, Rabu (13/11). SN yang mengendarakan sepeda motor kemudian tiba-tiba menghampirinya.

Awalnya, SN bertanya soal tujuan perjalanan LR. Pertanyaan merembet ke hal-hal lain. Saat bicara itu, SN tampak memasukkan tangannya ke dalam celana, memegang kemaluannya, dan menggesekkannya ke jok sepeda motor. Ia kemudian melemparkan cairan spermanya ke arah LR namun luput.

“Dia (pelaku) bertanya macam-macam dulu. Ujungnya lemparin [sperma], tapi saya berhasil menghindar,” kata LR.

“Saya sangat dilecehkan, sangat tidak dihargai. Enggak berani keluar rumah sendiri,” aku dia.

Meski trauma, LR saat itu sempat mengambil foto SN. Foto itulah yang kemudian diunggah oleh suami korban, RF, ke media sosial dan menjadi viral. Sejumlah perempuan kemudian berkomentar pernah mendapat pelecehan sejenis.

Warga Tasikmalaya lainnya, Nia Kurnia, mengaku anaknya pernah menjadi korban pelecehan seksual dengan cara diraba tubuhnya oleh orang tak dikenal. Soal kesamaan pelaku, ia mengaku tak tahu.

RF kemudian menemani isterinya melaporkan kasus itu ke polisi. Ia pun menerima Surat Tanda Bukti Lapoan/Pengaduan Nomor B/297/XI/2018/JBR/RES TSM KOTA. Dari laporan itu polisi kemudian menelusuri lokasi pelaku. (AR)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close