Lintas Daerah

Sebanyak 1.015 Pemilih Bengkulu Tak Terdata di Disdukcapil

BENGKULU, SENAYANPOST.com – Sebanyak 1.015 nama masyarakat Kota Bengkulu yang masuk dalam daftar pemilih sementara Pilkada 2018 ternyata status kependudukannya tidak masuk dalam pusat data Dinas Dukcapil setempat.

“Kami mempertanyakannya ke KPU. Karena kita tidak menemukan nama-nama itu, atau nomor induk kependudukannya,” kata Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu, Sudarto, di Bengkulu, Selasa (10/4/2018).

Menurutnya, ada dua kemungkinan yang menyebabkan 1.015 pemilih tersebut tidak masuk dalam daftar kependudukan. Kemungkinan yang pertama, yakni data kependudukan yang dimiliki pemilih yang didata petugas KPU tersebut bisa saja palsu, karena memiliki KTP namun tidak tercatat di pusat data dukcapil.

Kemudian, kemungkinan yang lebih realistis adalah petugas pencocokan data dari KPU yang salah mencatat jumlah NIK dari 1.015 warga tersebut. Karena sesuai dengan yang dicek, NIK yang dicatat petugas PPDP ada yang 15 digit dan ada yang lebih dari 16 digit, sedangkan format NIK seharusnya cuma 16 digit.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu telah merampungkan daftar pemilih sementara Pilkada 2018 pada pertengahan Maret lalu, saat ini KPU terus memperbaikinya sebelum dinyatakan final dan menjadi daftar pemilih tetap.

Pada 12 Februari 2018 lalu, KPU setempat juga telah menetapkan empat pasang calon yang maju pada Pilkada serentak 2018 yakni, nomor urut satu, calon independen Mayor Inf David Suardi yang berpasangan dengan Bakhsir, nomor urut dua Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi yang menggandeng Ahmad Zarkasi dan diusung parpol Nasdem, PKS serta PPP.

Wali kota petahana Helmi Hasan dengan nomor urut tiga, ia bersama calon wakilnya Dedy Wahyudi diusulkan oleh parpol PAN, Gerindra dan Partai Demokrat. Pasangan nomor urut empat yakni wakil wali kota petahana Patriana Sosialinda–Mirza yang diusung Golkar, PDIP dan Hanura. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close