Ekonomi

Sebagai Mantan Buruh, Wali Kota Surakarta Sebut Demonstrasi Tak Selesaikan Masalah

SOLO, SENAYANPOST.com – Hari Buruh Internasional atau May Day diperingati dengan cara berbeda di Kota Solo, Jawa Tengah. Bukan dengan menggelar aksi demonstrasi seperti pada umumnya, para buruh lebih memilih kegiatan jalan sehat.

Kegiatan jalan sehat ini dibuka oleh Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Selasa (1/5/2018). Menurut dia, memperingati Hari Buruh dengan demonstrasi tak menyelesaikan masalah.

“Saya mantan buruh. Demonstrasi tidak akan bisa menyelesaikan persoalan, apalagi tuntutan,” kata Rudy sebelum memberangkatkan peserta jalan sehat “May Day is Fun Day” di depan Plaza Sriwedari Solo.

Jalan sehat dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti ratusan pekerja (buruh), perwakilan instansi pemerintah, dan pengusaha.

Saat membuka acara itu, Rudy didampingi Wakil Wali Kota Achmad Purnomo, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Ali Akhwan, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Surakarta Agus Sutrisno.

“Kemarin kita sempat ngobrol sama teman-teman (buruh) silakah bekerja. Anak istri atau anak suami yang tidak ter-cover jaminan kesehatan nasional (JKN), pemerintah hadir di situ memberikan JKN berupa KIS. Preminya dibayari oleh APBD,” kata Rudy.

Selain itu, biaya pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu akan ditanggung oleh pemerintah melalui Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) nontunai.

Dengan demikian, anak-anak bisa menempuh pendidikan di Solo dengan baik. Rudy mengatakan, sebelumnya ia berkoordinasi dengan para pengusaha dan para serikat pekerja di Solo terkait acara jalan sehat itu.

Bahkan, Rudy menginginkan aksi itu ke depan bisa diikuti lebih banyak peserta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Surakarta Agus Sutrisno menyampaikan, ada 350 pekerja di Solo yang ikut dalam aksi jalan sehat untuk memperingati Hari Buruh Internasional 2018.

Mereka berasal dari berbagai instansi baik swasta maupun pemerintah. “Sudah kita koordinasikan dengan pekerja, pemerintah daerah, maupun dengan kepolisian,” kata dia.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Solo Hudi Wasisto mengatakan, pihaknya ingin tuntutannya bisa langsung didengar oleh pemerintah tanpa harus melakukan aksi demonstrasi.

Oleh karena itu, aksi dalam memperingati Hari Buruh dilakukan dengan cara berbeda yakni jalan sehat.

“Kita mencoba untuk langsung berdialog dengan stakeholder. Supaya tuntutan kita bisa langsung didengar,” ujarnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close