Nasional

SBY Nilai Cari Pekerjaan Bakal Susah Bila Ekonomi RI di Bawah 6 Persen

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengingatkan pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik akan positif bagi masyarakat terutama soal penciptaan lapangan kerja baru. SBY mengatakan dengan ekonomi hanya tumbuh di bawah 6%, maka penciptaan lapangan kerja lebih sulit.

“Demokrat sepakat dengan Presiden Jokowi bahwa tingkat ekonomi 5% bukan sesuatu yang buruk terutama dikaitkan dengan ekonomi global. Yang penting sasaran 2020 sebesar 5,3% dapat dicapai. Jika ekonomi tumbuh rendah di bawah 6% lapangan kerja baru sulit didapatkan,” kata SBY dalam Pidato Politik Partai Demokrat di JCC, Jakarta, Rabu (11/12).

Ia mengatakan dampaknya akan berantai, bila lapangan pekerjaan sulit maka penghasilan dan daya beli masyarakat sulit ditingkatkan, kemiskinan tak mudah diturunkan.

“Jangka pendek menengah. Investasi dunia usaha harus ditingkatkan swasta bukan hanya BUMN harus dapat. Demokrat dukung,” katanya.

SBY juga berpesan bahwa daya konsumsi masyarakat harus tetap dijaga dengan campur tangan pemerintah atau lainnya.

“Penciptaan lapangan kerja harus sukses, kalau sukses konsumsi rumah tangga meningkat. Kedua anggaran perlindungan sosial juga memadai,” katanya.

Ia bilang belanja pemerintah adalah komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi. Menurutnya yang penting pemerintah cerdas mengalokasikan belanja pemerintah agar bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi.

Ancaman Resesi

SBY mengingatkan kepada pemerintahan Presiden Jokowi soal risiko ancaman resesi ekonomi yang sedang menghantui dunia. SBY mengatakan ekonomi global dalam keadaan tidak baik. Banyak pihak yang meramalkan dunia akan mengalami resesi, dengan pertumbuhan ekonomi rendah.

“Kita harus sangat serius kurangi dampak buruk resesi ke ekonomi RI. sangat bahaya kalau kita lalai dan bersikap business as usual,” kata SBY dalam Pidato Politik Partai Demokrat di JCC, Jakarta, Rabu (11/12).

SBY menegaskan bila ekonomi sampai resesi hingga memburuk maka rakyat paling terkena dampak, terutama warga miskin dan kurang mampu. Namun, bila pemerintah bisa mencegah resesi bahkan sebaliknya ekonomi bisa meningkat maka taraf hidup rakyat akan naik.

“Pemerintah sudah berupaya termasuk menjaga pertumbuhan fundamental dan aspek-aspek makro. Berhasil sebagian belum, paling tidak masih banyak PR yang harus dilakukan,” katanya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close