Saya Harus Bawa Ibu dan Bayi 40 Hari Keluar dari Istana

Saya Harus Bawa Ibu dan Bayi 40 Hari Keluar dari Istana
Alissa Wahid

Oleh: Alissa Wahid

DULU  di Istana saya disuruh Gus Dur  (KH Abdurrahman Wahid) membawa ibu dan adik-adik pulang ke Ciganjur.

"Keadaan sudah bahaya, biar Bapak sendiri saja yang menghadapi di istana."

Karena ingat nasib Bung Karno, saya Melawan. Eyel-eyelan. Apapun yang terjadi kalau Bapak ditangkap Kami akan ikut. He wouldnt be alone.

"Info moncong panser sudah mengarah ke istana,sudah saya dengar," kata GusDur.

Beliau nggak bisa tenang kalau tetap ada di istana, apalagi cucu pertama, bayi saya, baru berumur 40 hari. Tapi kisah Bung Karno menghantui saya. Makanya saya ngeyel nangis tidak mau pergi.

Saya terus membayangkan Bung Karno sendirian, keluarganya sulit menjenguk, tidak terawat dengan baik. Saya tidak ingin terjadi pada Gus Dur. Kalaupun Beliau kalah secara politik  dan harus diasingkan, kami harus tetap bersama beliau. Kami siap. That's is. That's all.

Alhamdulillah tak terjadi. Rakyat membanjiri istana, bertekad lindungi Gus Dur. Lalu beliau umumkan akan keluar Istana. Besoknya rakyat menjemput  dan mengawal beliau lewat pintu gerbang depan Istana, menuju panggung rakyat di Monas. Kalah politik. Tetap bermartabat.

Saya menulis ini kok jadi mbrebes mili...

*Alissa Wahid, putri pertama KH Abdurrahman Wahid.