Ekonomi

Sawit Melimpah, Pedagang Pengepul Merugi

BENGKULU, SENAYANPOST.com – Karena pasokan buah sawit ke pabrik melimpah hingga tidak tertampung, sejumlah pedagang pengepul buah sawit segar di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Sawit sebanyak 100 ton tidak bisa dibawa ke pabrik, kami rugi hingga Rp70 juta,” ujar salah satu pedagang pengepul sawit di Desa Rawa Indah, Seluma, Katno, Senin (2/7/2018).

Dikatakannya, buah sawit tersebut dibeli dari petani setempat dengan harga Rp700 per kilogram. Sementara hingga saat ini, buah sawit masih menumpuk di gudang samping rumahnya dan mulai membusuk.

Sementara, pedagang pengepul lainnya, Warno, juga mengalami hal serupa di mana sawit sebanyak 40 ton yang dibelinya dari petani tidak dapat dijual ke pabrik. Antrean mobil pengangkut sawit ke pabrik sangat panjang, bisa berhari-hari baru dapat giliran bongkar.

Ia mengaku, sawit yang dibeli dari petani dengan harga Rp700 per kilogram tidak dapat dijual ke pabrik sehingga ia mengalami kerugian sebesar Rp28 juta. Ia berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi harga buah sawit yang jatuh dalam dua pekan terakhir.

Harga jual buah sawit di tingkat petani sebesar Rp450-500 per kilogram membuat sejumlah petani di daerah ini membiarkan buahnya membusuk. Selain merugikan petani, para pengepul juga terimbas kerugian yang lebih besar karena membeli sawit dalam jumlah banyak. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close