Satu Lagi Negara Muslim Diklaim Bakal Buka Kedubes untuk Israel di Yerusalem

Satu Lagi Negara Muslim Diklaim Bakal Buka Kedubes untuk Israel di Yerusalem
Benjamin Netanyahu (Foto/AFP)

TEL AVIV, SENAYANPOST.com - Satu lagi negara muslim dilaporkan bakal membuka kembali hubungan dengan Israel. 

Chad, negara Afrika tengah yang juga anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) disebut akan mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) yang baru-baru ini menormalisasi hubungan dengan negara Yahudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, delegasi Chad membahas kemungkinan pembukaan kedutaan besar (kedubes) di Yerusalem dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (8/9/2020).

"Kami membahas penunjukan duta besar dan pembukaan misi diplomatik, termasuk kemungkinan membuka kedutaan besar di Yerusalem," kata Netanyahu, dalam cuitan, seperti dikutip AFP, Rabu (9/9/2020).

Saat berkunjung ke Chad pada 2019 Netanyahu mengumumkan pembaruan hubungan dengan negara miskin tersebut setelah 47 tahun vakum.

Dia belakangan ini menggencarkan negosiasi untuk menormalisasi hubungan dengan negara-negara Arab dan muslim, serta mendorong pengakuan internasional lebih luas bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel.

Upaya Netanyahu itu dimulai setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 2017 mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, langkah yang ditolak komunitas internasional termasuk Uni Eropa dan PBB.

Israel menyebut Yerusalem sebagai ibu kotanya yang tidak bisa terbagi, padahal sesuai kesepakatan internasional, status wilayah itu harus diputuskan melalui negosiasi melibatkan Palestina, bukan diakui sepihak.

Sebelumnya Serbia mengumumkan akan memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, menjadi negara Eropa pertama yang mengikuti langkah AS.

Kabar yang lebih mengejutkan, Kosovo, negara mayoritas berpeduduk muslim bekas bagian dari Serbia, mengumumkan akan membuka kantor misi di Yerusalem.