Nasional

Satu Jam yang Terjadi Sebelum Mbah Moen Meninggal

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ulama sepuh KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen telah meninggal dunia di Mekkah pada Selasa kemarin. Kendati demikian, cerita dan kenangan tentang Mbah Moen tak bisa hilang begitu saja.

Salah satu cerita yang masih menyisakan keharuan seperti dituturkan Hery Mohamad, Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia yang sedang berhaji di Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.

1. Satu jam sebelum Mbah Moen wafat, hujan guyur Mekkah

Hery menceritakan, satu jam sebelum Mbah Moen meninggal dunia, Mekkah diguyur hujan.

“Jam 3.10 saya melipir di halaman Masjidil Haram. Air yang turun sudah menyerupai hujan dan rintik yang lumayan besar. Saya berlari kecil menuju serambi, tetapi tidak bisa laju karena lantai sudah basah,” kata Hery dikutip dari IDN Times, Rabu (7/8/2019).

2. Ribuan orang menengadah, mensyukuri hujan turun

Saat hujan mengguyur Mekkah, lanjut Hery, ribuan orang menengadah, mensyukuri berkat tersebut.

“Maklum Mekkah bukan Bogor,” lanjut Hery.

Tak lama setelah hujan mengguyur Mekkah, berita duka cita datang bahwa ulama berpengaruh Mbah Moen pergi untuk selama-lamanya.

Mbah Moen wafat, Selasa 6 Agustus pukul 04.17 waktu setempat, saat sedang menjalankan ibadah haji.

3. Proses pemakaman dipimpin Menteri Agama dan ulama Mekkah

Kepala Daker Makkah, Subhan Cholid mengungkapkan, prosesi pemakaman Mbah Moen, dari awal hingga akhir dipimpin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh.

Sedangkan talqin dan doa dipimpin oleh ulama terkemuka Mekkah dan Imam Masjidil Haram, Sayyid Ashim bin Abbas bin Alawi al-Maliki.

Jenazah Mbah Moen dimakamkan di Mekkah, ribuan jamaah haji mengiringi jenazah Mbah Moen dari Masjidil Haram menuju komplek Ma’la, tempat almarhum dimakamkan.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close