Satgas Sebut Adanya 123 Pedemo Reaktif Covid-19 Sebagai Fenomena Gunung Es

Satgas Sebut Adanya 123 Pedemo Reaktif Covid-19 Sebagai Fenomena Gunung Es
Pendemo Anarkis Omnibus Law (foto CNNIndonesia)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sebanyak 123 mahasiswa yang ikut demonstrasi menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja reaktif Covid-19. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan temuan peserta demo reaktif corona sebagai fenomena gunung es.

"Ini adalah cerminan puncak gunung es dari hasil pemeriksaan yang merupakan contoh kecil saja bahwa virus ini dapat menyebar cepat dan luas, dan angka ini diprediksi meningkat dalam 2-3 minggu ke depan," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2020).

Wiku meminta perguruan tinggi menyediakan fasilitas pemeriksaan Covid-19 secara massal untuk mahasiswa yang mengikuti demo. Selain itu, pihak kampus juga diimbau menyediakan tempat karantina mandiri bilamana mahasiswa dinyatakan reaktif maupun positif virus corona.

Wiku mengatakan 123 mahasiswa yang reaktif Covid-19 itu berasal dari beberapa daerah. Seperti 21 dari 253 demonstran di Sumatera Utara, 34 dari 1.192 demonstran di DKI Jakarta, 24 dari 650 demonstran di Jawa Timur.

Kemudian, 30 dari 261 demonstran di Sulawesi Utara, 13 dari 39 demonstran di Jawa Barat dan satu orang dari 95 demonstran mahasiswa di Yogyakarta.

"Kami imbau agar pihak universitas yang mahasiswanya mengikuti kegiatan aksi tersebut untuk melakukan identifikasi dan testing," ujarnya.

Selain mahasiswa, Wiku juga menyarankan pengusaha atau pemilik pabrik untuk melakukan pemeriksaan massal terhadap buruh yang terlibat aksi demonstrasi sepanjang 6-8 Oktober lalu.

Aparat keamanan yang mengawal aksi demonstrasi juga diminta melakukan pemeriksaan massal Covid-19. Kemudian, kata Wiku, pihak keluarga demonstran yang merasa memiliki gejala Covid-19 agar segera memeriksakan diri di fasilitas kesehatan terdekat.

Sampai hari ini, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 mencapai 340.622 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 263.296 orang dinyatakan sembuh dan 12.027 orang lainnya meninggal dunia. (ws)