Ekonomi

Sariwangi Divonis Pailit

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan pembatalan perjanjian perdamaian yang diajukan PT Bank ICBC Indonesia terhadap PT Sariwangi Agricultural Estate Agency, dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung. Itu artinya, Sariwangi dan Indorub resmi berstatus Pailit.

Menurut kuasa hukum ICBC Swandy Halim, putusan itu dibacakan hakim pada Selasa, (16/10) lalu.

“Diputus pailit. Putusan sesuai dengan permohonan kami, karena dari perjanjian perdamaian, mereka janjinya kan mau bayar bunga dan juga pokok, tapi kenyataanya mereka, Sariwangi tidak pernah bayar,” kata Swandy, Rabu (17/10).

“Indorup itu setahun lebih tidak bayar-bayar, lalu mencicil, tapi kan wanprestasi kalau begitu,” sambungnya.

Ia mengatakan dengan adanya putusan itu, maka aset kedua perusahaan itu akan dilelang dan dibagikan kepada para kreditur.

“Kalau sudah pailit kan ada kurator, nanti kurator yang melelang harta yang ada kemudian nanti membagi-bagikan kepada krediturnya,” ucapnya.

Menurut dia, kendati perkara itu sudah diputus, pihaknya belum membicarakan hasil putusan pengadilan itu dengan kedua perusahaan tersebut.

“Sampai saat ini pembicaraan dengan Sariwangi belum ada, karena mereka enggak pernah hadir sidang,” katanya.

Diketahui Bank ICBC dan Sariwangi serta Perkebunan Indorub sebelumnya telah mencapai perdamaian dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) pada September 2015.

Namun sesuai perjanjian, Sariwangi dan Indorub tak kunjung membayar utang dan bunganya hingga akhirnya ICBC menggugat pailit kedua perusahaan tersebut.

Dalam PKPU, Sariwangi tercatat memiliki utang senilai Rp1,05 triliun, sementara Indorub berutang Rp33,71 miliar ke sejumlah bank termasuk ICBC Indonesia

Hingga 24 Oktober 2017, ICBC memiliki tagihan senilai Rp288,93 miliar kepada Sariwangi, dan Rp33,82 kepada Indorub. Nilai tagihan tersebut sudah termasuk bunga yang juga harus dibayarkan Sariwangi, dan Indorub.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close