Konsultasi Hukum

Sanksi Pidana bagi Pelaku Pidana Karena Kelalaian Menyebabkan Kematian Orang Lain

Pengasuh Konsultasi Hukum Senayanpost di tempat. Sebelum bertanya, saya ingin menguraikan permasalahan yang terjadi.

Ditemukan mayat wanita tergeletak di lapangan stadion, berdasarkan hasil otopsi tidak ada unsur kekerasan atau pembunuhan. Akan tetapi wanita tersebut meninggal karena over dosis karena memakai obat-obat terlarang.

Selang empat hari, ada seorang lelaki menyerahkan diri ke kantor polisi. Dalam pengakuannya, lelaki itu yang telah membuang mayat wanita di lapangan stadion akibat over dosis.

Terhadap kasus tersebut, dapatkah lelaki yang mengaku membuang mayat wanita dikenakan pidana?

Topan Anggara, Bandar Lampung

Terimakasih atas pertanyaan saudara.

Jawaban:
Hukum pidana mengatur tentang penghilangan nyawa orang lain, yang dalam bahasa awan disebut pembunuhan. Pembunuhan harus dilakukan dengan sengaja oleh pelaku tindak pidana. Tetapi hilangnya nyawa seseorang tidak harus dilakukan oleh pelaku tindak pidana dengan sengaja, karena hilangnya nyawa seseorang bisa terjadi karena tidak sengaja atau tidak disadari oleh pelaku tetapi menyebabkan matinya seseorang.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur penghilangan nyawa dengan sengaja yang disebut pembunuhan atau kejahatan terhadap nyawa (misdrijven tegen het leven) dapat berupa penyerangan terhadap nyawa orang lain, di sini seorang pelaku harus melakukan sesuatu atau suatu rangkaian tindakan yang berakibat dengan meninggalnya orang lain.

Penghilangan terhadap nyawa orang lain, bisa terjadi atas dasar kesalahan, yang dikelompokan menjadi 2 (dua) kelompok kejahatan terhadap nyawa, ialah:

a. Kejahatan terhadap nyawa yang dilakukan dengan sengaja (dolus misdrijven)
b. Kejahatan terhadap nyawa yang dilakukan karena kelalaian (culpose misdrijven)

Kejahatan terhadap nyawa yang dilakukan dengan sengaja dimuat dalam Buku ke-II Bab ke-XIX KUHP yang terdiri dari tiga belas pasal, yakni dari Pasal 338 sampai dengan Pasal 350 KUHP. Sedangkan pasal pokok dalam pembunuhan diatur dalam pasal 338 KUHP dengan rumusan “Barangsiapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dipidana karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun”.

Sedangkan kejahatan terhadap nyawa yang dilakukan karena kelalaian dirumuskan dalam Pasal 359 KUHP yang menyatakan: “Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau dipidana kurungan paling lama 1 tahun”

Perbedaan antara Pasal 359 KUHP dengan Pasal 338 KUHP bisa dilihat dari rumusan delik yang dimuat dalam pasal 359 KUHP yakni kesalahan dalam bentuk kurang hati-hati (culpa), sedangkan dalam pasal 338 KUHP yakni kesalahan dalam kengajaan (dolus).

Menjawab pertanyaan saudara, apabila dalam hasil penyidikan kepolisian tidak diketemukan unsur kesengajaan menghilangkan nyawa (seorang wanita) maka lelaki tersebut tidak dapat dikenakan pasal 338 KUHP.

Tetapi karena kealpaan atau kelalian lelaki tersebut apabila mengetahui wanita tersebut sedang memakai narkotika padahal tahu memakai narkotika dilarang undang-undang yang menyebabkan wanita meninggal, maka tindakan lelaki membiarkan terjadi tindak pidana yang seharusnya melaporkan kepada kepolisian, maka tindakan membiarkan masuk dalam akibat kelalaian (culpa) maka akan dapat dikenakan pasal 359 KUHP.

Demikian jawaban dari kami semoga bermanfaat.

ARIYAN DOVIE, S.H.
Advokat/ Konsultan Hukum LKBH INTAN Bandarlampung.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close