Konsultasi Hukum

Sanksi Hukum Turut Serta Melakukan Perbuatan Pidana

Pertanyaan:
Kepada yth. Rubrik hukum Senayan Post.

Saya ingin bertanya sehubungan keponakan saya sebut saja A yang terjerat kasus pidana, yaitu turut melakukan penganiayaan dan pencurian dengan kekerasan. Menurut keponakan saya awalnya ia hanya membonceng motor temannya dan tidak tahu niat teman-temannya, namun dalam perjalanan temannya membelokkan motor di jalanan yang sepi untuk melakukan pencurian dengan kekerasan dengan cara menyetop motor korban, lalu menganiaya korban dan mengambil Handphone serta dompet korban, setelah itu korban mereka tinggalkan begitu saja. Beberapa hari kemudian Keponakan saya A dan temannya (4 orang) ditangkap dan diproses secara hukum.

Pertanyaan saya, apakah hukuman pelaku utama dengan pelaku yang hanya turut melakukan itu sama beratnya? mengingat pengakuan keponakan saya hanya ikut membonceng temannya.

Demikian pertanyaan saya, Terimakasih.

Ibu Reny di Lahat.

Jawaban:
Yth. ibu Reny di Lahat.

Terimakasih atas pertanyaan ibu,
Mengenai perbuatan pidana penganiayaan dan pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh keponakan ibu dan teman-temannya, diatur dalam pasal 365 KUH Pidana, adapun unsur pasal tersebut sebagai berikut :
Pasal 365 KUHP:
Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya, atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri.
Diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun:
jika perbuatan dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, di jalan umum, atau dalam kereta api atau trem yang sedang berjalan;
jika perbuatan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu;
jika masuk ke tempat melakukan kejahatan dengan merusak atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu;
jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat.
Jika perbuatan mengakibatkan kematian, maka diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
Diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau kematian dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, disertai pula oleh salah satu hal yang diterangkan dalam no. 1 dan 3.

Ketentuan mengenai turut melakukan dapat dilihat dalam Pasal 55 (turut melakukan) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
Pasal 55 KUHP:
Dipidana sebagai pembuat (dader) sesuatu perbuatan pidana.
Mereka yang melakukan, yang menyuruh lakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan;
Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.
Terhadap penganjur hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.

Menjawab pertanyaan ibu Reny, menurut kami, perbuatan pidana yang dilakukan oleh Keponakan ibu dan teman-temannya, yaitu telah memenuhi unsur pada pasal 365 KUHP ayat (1), ayat (2) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Mengenai apakah keponakan ibu sama berat hukumannya dengan pelaku utama, bisa saja sama atau tidak sama.

Proses peradilan yang menentukan pidana masing-masing terdakwa, di mana putusan akan diambil oleh majelis hakim berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan dapat berupa keterangan saksi-saksi, bukti-bukti yang ada atau bukti petunjuk lainnya dan keyakinan hakim.

Dalam persidangan akan terlihat peran masing-masing terdakwa, siapa yang melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan sehingga terlaksana perbuatan pidana, sebagai dasar majelis hakim untuk menjatuhkan pidana serta berat ringannya pidana yang dijatuhkan kepada masing-masing terdakwa.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Eka Intan Putri, S.H., M.H.
Advokat/ Ketua LKBH INTAN

KOMENTAR
Tags
Show More
Close