Internasional

San Fransisco Dipimpin Wali Kota Perempuan Kulit Hitam Pertama

SAN FRANSISCO, SENAYANPOST.com – Kota San Francisco, AS, menorehkan sejarah karena untuk pertama kalinya dalam sejarah akan dipimpin seorang perempuan kulit hitam, –di mana saat penduduk Afrika-Amerika semakin menurun jumlahnya di kota yang trus berbenah itu.

Perempuan itu bernama London Breed. Dia akan bergabung dengan kelompok walikota perempuan kulit hitam di AS yang berjumlah 19 orang.

Ia menjadi walikota sangat luar biasa, mengingat ia dibesarkan dalam kemiskinan oleh neneknya di sebuah pemukiman sosial.

Unggul dengan perolehan suara sedikit di atas 50 persen, perempuan berusia 43 tahun ini mengatakan dia merasa sangat terhormat.

Dengan kemanangan ini, Breed menjadi satu-satunya perempuan yang jadi walikota di antara 15 kota terbesar di AS.

San Francisco sekarang sedang bergulat dengan banyaknya tunawisma dan jalan-jalan penuh sampah yang menyerupai permukiman kumuh di negara berkembang, dan ledakan harga properti yang membuat banyak keluarga pekerja tersingkir ke luar kota.

Sebelumnya London Breed menjabat sebagai ketua Dewan Pengawas San Francisco, badan legislatif pemerintah kota.

Breed juga pernah menjabat sebagai pejabat pelaksana walikota untuk beberapa waktu, setelah kematian Walikota Ed Lee pada bulan Desember, sebelum akhirnya menjadi walikota definitif.

Pemilihan dilakukan pada 5 Juni, tetapi pengumuman hasil pemilihan tertunda karena hasilnya sangat ketat sehingga pejabat komite pemilihan kota harus menghitung lagi ribuan surat suara sementara yang digunakan saat pemilu.

Pesaingnya, Mark Leno, yang jika menang akan menjadi walikota gay pertama di kota itu, mengakui persaingan ketat antara keduanya.

Breed bukan lah walikota perempuan pertama San Francisco. Sebelumnya sudah ada Dianne Feinstein yang menjadi walikota perempuan pertama pada tahun 1978. Dia sekarang menjadi senator California.

Kini Breed bergabung dengan sebuah klub kecil branggotakan 19 walikota perempuan kulit hitam di Amerika Serikat.

Dia akan memimpin San Fransisco, sebuah kota yang hanya 5% penduduknya orang Amerika Afrika, dan kebanyakan tinggal di pemukiman sosial, tulis San Francisco Chronicle .

Tinggal di San Francisco selama hidupnya, Breed mengambil gelar di University of California, Davis, sebelum mendapatkan gelar master dalam pemerintahan umum di University of San Francisco pada tahun 2012.

Dia memulai karirnya di pemerintahan kota sebagai pekerja magang sebelum mendaki anak tangga menuju kursi walikota.

Dalam sebuah wawancara pada 2016 dengan San Francisco Examiner dia mengingat masa kecilnya di kota yang sekarang dia pimpin.

Dia mengatakan kepada surat kabar itu, bahwa keluarganya hidup dalam kemiskinan, yang bahkan menggunakan stoples mayones bekas untuk gelas minum.

“Kekerasan tidak pernah jauh dari mereka,” katanya.

“Dan seminggu sekali, kami membawa gerobak dorong nenek ke balai masyarakat untuk mengambil bahan makanan yang dibagikan pemerintah,” imbuhnya.

Menurut SF Weekly, kakak perempuan Breed meninggal pada 2006 karena overdosis narkoba dan seorang kakak lelakinya dipenjara -dua hal yang menunjukkan kemiskinan keluarga mereka. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close