Sambut Pelaksanaan Haji, Masjidil Haram Kembali Diperluas untuk Tahap Ketiga

Sambut Pelaksanaan Haji, Masjidil Haram Kembali Diperluas untuk Tahap Ketiga
Sebuah foto dibuat 12 Oktober 2013 memperlihatkan jamaah haji tengah melakukan ibadah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. | ALI HASSAN /EPA)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pemerintah Arab Saudi melanjutkan kembali tahap ketiga perluasan Masjidil Haram sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan haji tahun 2021.

“Atas nama Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci Arab Saudi, Badan Proyek dan Studi Teknik mengumumkan dimulainya kembali paket pekerjaan penyelesaian konstruksi, elektromekanis, dan arsitektural dan penerbitan 60 lisensi peraturan untuk pekerjaan ini,” ungkap pengumuman pemerintah Saudi.

Ini terjadi setelah memanfaatkan lokasi proyek untuk menampung jamaah umrah dan jamaah selama bulan suci Ramadhan di area seluas 528.301 meter persegi.

“Tahap ketiga ini juga termasuk Proyek Ekspansi Raja Abdullah, proyek peningkatan kapasitas Gedung Mataf (gedung yang menampung area mengelilingi), dan dimulainya kembali pekerjaan gerbang utama (Gerbang Raja Abdulaziz, Al-Umrah, dan Al-Fateh ) dan minaret, pekerjaan pemasangan dan pemasangan plafon pada beberapa lantai Gedung Mataf, dan penyelesaian pekerjaan Proyek Mezzanine lantai dua,” papar pemerintah Saudi.

Selain pekerjaan jasa pendukung, dan paket proyek infrastruktur, pelaksanaan perluasan itu berkoordinasi dengan Badan Pengelola Kementerian Keuangan.

“Badan Proyek juga membahas rencana proyek dan program kerja, tahapan yang berbeda untuk melaksanakan pekerjaan yang tersisa dan yang ditargetkan, untuk bekerja secara kolektif dengan bergabung dalam upaya mempersiapkan area, ruang, dan zona yang dialokasikan untuk musim haji 1442H ini, sesuai ruang dan rute yang disetujui dalam rencana pengelompokan jemaah haji,” ungkap pernyataan pemerintah Saudi dikutip Sindonews.

Badan Proyek dan Studi Teknik menambahkan, “Pekerjaan telah selesai untuk mempersiapkan ruang dan proyek untuk kepentingan para jamaah dan memungkinkan mereka untuk memanfaatkan fasilitas perluasan ini dan layanan yang tersedia selama musim haji tahun ini.”

Presiden Umum Dua Masjid Suci telah mengeluarkan arahannya kepada instansi terkait untuk mempercepat tempo kerja, dan meningkatkan tingkat kesiapan, dengan tujuan memberikan pelayanan dan sarana kenyamanan terbaik kepada para jamaah.

Saat ini pemerintah Saudi terus melanjutkan persiapan haji. Untuk mengoptimalkan pengalaman jamaah yang mengunjungi tempat-tempat suci di Arab Saudi pada musim haji tahun ini, pemandu haji dan umrah lokal telah meningkatkan tingkat persiapan mereka di Kerajaan.

Kementerian Haji dan Umrah secara resmi mengkonfirmasi haji akan diadakan tahun ini, tetapi dalam "kondisi khusus" untuk melindungi jamaah dari penyebaran virus corona.

“Meskipun rincian rencana peraturan belum diumumkan, keputusan untuk mengadakan haji tentu akan berdampak positif pada industri terkait haji seperti akomodasi, transportasi, dan ritel,” ujar pemandu haji lokal kepada Asharq Al-Awsat.

Setelah jeda selama setahun yang disebabkan pandemi virus corona, ekonomi haji di Arab Saudi sekarang berada di jalur revitalisasi dan pemulihan.

“Pengumuman yang dibuat Kementerian Haji dan Umrah mengirim secercah harapan ke semua lembaga Tawafa (pemandu haji dan umrah),” papar Mohamed Maajini, pemandu haji resmi di National Tawafa Establishment for Pilgrims of Arabian Countries.

“Ini merupakan titik awal dan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk menghidupkan kembali institusi Tawafa secara bertahap,” ungkap dia kepada Asharq Al-Awsat.

Pengelola Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan kembali bahwa, “Lembaga Tawafa di Arab Saudi siap untuk melayani sejumlah peziarah dan telah memulai lebih awal untuk membuat pengaturan untuk semua skenario potensial.”

“Lembaga Tawafa telah menyelesaikan pengaturan rencana umum yang mencakup semua aspek haji,” tegas Maajini.

Dia menambahkan panduan akan diperbarui secara spesifik, protokol, dan sistem peraturan setelah diumumkan oleh pihak berwenang.

Mengenai seberapa keras virus corona menghantam pasar haji dan umrah Arab Saudi, Maajini menekankan Kerajaan berhasil menerapkan kebijakan yang efisien untuk membatasi kerusakan.

“Tidak diragukan lagi, pandemi telah membuat dunia terisolasi dan berdampak negatif terhadap ekonomi global, tetapi Arab Saudi berhasil tetap terdepan dalam mengatasi pandemi dan mendukung industri sektor swasta yang rentan,” ujar dia.

Perlu dicatat bahwa optimisme atas musim haji 2021 tidak eksklusif untuk memandu lembaga di Kerajaan. Ini meluas ke sejumlah sektor dalam penyelenggaraan haji.

“Apa yang diumumkan oleh Kementerian Haji dan Umrah merupakan kabar baik bagi semua sektor yang beroperasi di sektor haji,” ujar pengusaha Saudi Mahmoud Mughrabi kepada Asharq Al-Awsat.

Selain itu, dia menegaskan kembali bahwa semua pengusaha haji memiliki kepercayaan dan harapan total kepada otoritas dan awak haji untuk mencapai dan menerapkan visi yang jelas dan komprehensif yang menjamin keselamatan jemaah.

Mughrabi memprediksi, rencana haji 2021 akan segera terungkap. Pada catatan itu, Mughrabi menegaskan mobilitas saat ini di berbagai bidang sektor haji melayani ekonomi Saudi secara umum dan pasar haji dan umrah pada khususnya.

“Ada mobilisasi di berbagai bidang untuk melayani ekonomi Saudi dan semua pekerja di layanan khusus haji,” papar dia.

Dia menunjukkan agen Tawafa akan membantu membimbing jemaah asing dengan berkoordinasi dengan misi pemerintah dan otoritas yang bertugas mengatur musim haji dan menjaga jemaah haji.