KorupsiKriminalNasionalPolitik

Samadikun Hartono Ditangkap, Jaksa Agung: Buronan Lain Tengah Diburu

Jakarta – Pelarian Samadikun Hartono terhenti setelah 13 tahun melenggang sebagai status terpidana pengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Dia ditangkap di Shanghai, China pada 14 April 2016 saat akan menonton balapan Formula One.
Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memastikan masih akan memburu buronan lain kasus BLBI tersebut. Namun dia tidak menyebut siapa saja buronan yang tengah diincar tersebut.
“Pasti dengan ditangkapnya Samadikun di luar negeri khususnya di China ini meningkatkan memburu yang lain,” kata Prasetyo di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2016).
“Kita harap nanti semua buron yang di luar itu bisa ditangkap satu-satu,” ujar Prasetyo menambahkan.
Samadikun terjerat kasus ketika PT Bank Modern sebagai bank umum swasta nasional mengalami saldo debet karena terjadinya rush. Dalam kondisi itu, untuk menutup saldo debet PT Bank Modern telah menerima bantuan likuidasi dari Bank Indonesia dalam bentuk SBPUK, Fasdis dan Dana Talangan Valas sebesar Rp 2,5 triliun.
Selanjutnya dari jumlah BLBI dalam bentuk SBPUK, Fasdis dan dana talangan valas sebesar Rp 2,5 T itu, Samadikun dalam kapasitasnya selaku Presiden Komisaris PT Bank Modern melakukan korupsi. Ia menggunakan bantuan likuiditas dari Bank Indonesia tersebut menyimpang dari tujuan awal yang secara keseluruhan berjumlah Rp 80 miliar.
Samadikun menghilang saat hendak dieksekusi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1696 K/Pid/2002 tanggal 28 Mei 2003. Dia adalah terpidana 4 tahun penjara dalam kasus penyalahgunaan dana BLBI senilai Rp 169 miliar.
Dari berbagai sumber yang dihimpun, kasus penyalahgunaan BLBI ini telah dinikmati berbagai pihak. Sebagian besar tersangka atau terpidana yang terlibat telah kabur ke luar negeri atau malah kasusnya dihentikan.
Sebut saja misalnya Sjamsul Nursalim yang kasusnya dihentikan. Kasusnya sendiri kemudian diajukan ke Perdata dan Tata Usaha Negara tetapi tidak ada kejelasan hingga kini. Sjamsul diduga menerima BLBI sekitar Rp 24,7 triliun.
(dha/hri)
Sumber : Detik.com

KOMENTAR
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close