Sally Jones Rocker ISIS Terbunuh oleh Serangan Drone AS

01:00
405
SALLY JONES -- Sally Jones, mantan lady rocker asal Inggris yang jadi perekrut kelompok ISIS dilaporkan terbunuh oleh serangan drone AS. Foto/Al Arabiya/Facebook

LONDON, SENAYANPOST.com — Sally Jone, wanita ISIS asal Inggris paling ‘gila’ akhirnya terbunuh bersama anaknya Jojo, 12, di perbatasan Suriah-Irak. Rocker Inggris ini terjerat setan ISIS sejak tahun 2013 dan menjadi andalan ISIS karena piawainya merekrut anggota baru lewat jejaring sosial.

Anggota kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) asal Inggris ini, dikabarkan tewas bersama anak laki-lakinya Jojo, 12, dalam serangan drone Amerika Serikat (AS). Jones yang merupakan mantan lady rocker ini diyakini tewas di perbatasan Suriah-Irak.

Jones dijuluki “white widow” atau “janda putih” dan dikenal sebagai perekrut ISIS yang mengandalkan media sosial.

Surat kabar Inggris, The Sun, melaporkan bahwa CIA telah memberitahu rekan-rekannya di Inggris bahwa Jones tewas oleh serangan drone Predator AS di dekat perbatasan Suriah-Irak pada bulan Juni lalu.

Dia terakhir terdeteksi melarikan diri dari Raqqa dan menuju kota Mayadin di perbatasan Suriah. Banyak anggota ISIS telah meninggalkan Kota Raqqa karena organisasi tersebut secara bertahap mulai runtuh.

Pentagon tidak dapat memastikan bahwa Jones telah terbunuh. Juru bicara Pentagon Mayor Adrian Rankine-Galloway mengaku belum memiliki data kuat untuk mengonfirmasi kematiannya.

”Saya tidak memiliki informasi apapun yang akan mendukung laporan tersebut, tapi itu bisa berubah dan kami melihat ke dalamnya,” katanya, seperti dikutip The Guardian, Kamis (12/10/2017).

Jones, mantan musisi punk rock, lahir di Greenwich, London tenggara, namun kemudian pindah ke Chatham, Kent.

Setelah menjadi mualaf, dia melakukan perjalanan dari Inggris ke Suriah pada tahun 2013 untuk bergabung dengan suaminya, Junaid Hussain, yang terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada tahun 2015.

Setelah kematian Hussain, pers Inggris mulai menyebut perempuan itu sebagai janda kulit putih. Dia bukan satu-satunya “jihadis” yang diberi julukan seperti itu. Sebelumnya, Samantha Lewthwaite, janda dari Germaine Lindsay; pelaku serangan 7/7 penyerang London, juga mendapat julukan serupa.

Baik Hussain dan Jones dituduh merekrut calon ekstremis di Inggris untuk melakukan serangan. Dia dimasukkan dalam daftar sanksi PBB, di mana asetnya telah dibekukan.**

Comments

comments