Ekonomi

Saldo E-Money Tanpa Identitas Naik Jadi Rp 2 Juta

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Ida Nuryanti, mengatakan, pihaknya merevisi batas saldo maksimal pada uang elektronik yang tidak tercatat data dan identitas penggunanya (unregistered) dari semula Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta.

Revisi ini tertuang dalam Peraturan BI (PBI) Nomor 20/6/PBI/2018 tentang Penyelenggaraan Uang Elektronik yang berlaku sejak diundangkan pada 4 Mei 2018.

Revisi tersebut dilakukan untuk memudahkan pengguna uang elektronik dalam memanfaatkan alat pembayaran yang dimilikinya. Alhasil, pengguna akan lebih leluasa memiliki saldo yang lebih tinggi.

“Ini agar ketentuan batas saldo tidak menyulitkan, kalau limitnya hanya Rp1 juta, dengan harapan dia (pengguna uang elektronik) bisa terus berkegiatan, tanpa harus terhenti karena harus top up (isi saldo),” ujar Ida di Gedung BI, Senin (7/5/2018)

Bersamaan dengan meningkatnya batas saldo maksimal uang elektronik unregistered, BI memastikan regulator terus memperketat pengawasan dan keamanan penggunaan uang elektronik tersebut, khususnya dari sisi peningkatan keamanan dan pencegahan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT).

Pasalnya, BI tak ingin agar penambahan batas saldo maksimal tersebut membuat masyarakat menyalahgunakan uang elektronik.

Di sisi lain, BI juga meminta para pengguna uang elektronik unregistered untuk memperhatikan penyimpanan uang elektronik tersebut. Pasalnya, tanpa ada identitas, pengguna tak dapat meminta penggantian jika terjadi kehilangan kartu.

“Kalau uang elektronik yang terhubung ke rekening, kalau hilang itu akan terganti, karena tercatat di rekening. Kalau yang unregistered itu, seperti halnya uang kertas, hilang sementara ini tidak diganti,” terang Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Wijanarko. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close