Saksi Diminta Menantu Nurhadi Bayar Uang Muka Rp250 Juta untuk Atur Perkara

Saksi Diminta Menantu Nurhadi Bayar Uang Muka Rp250 Juta untuk Atur Perkara
Nurhadi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pengadilan melanjutkan sidang mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, ihwal kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara.

Dalam agenda pemeriksaan saksi, seorang pengusaha bernama Agung Dewanto mengungkapkan diminta sejumlah uang oleh menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, untuk mengurusi masalah hukum.

"Dia bilang, 'Kita siap bantu tapi perlu dana untuk polisi, enggak bisa utang. Harus tunai, Rp 250 juta dulu'," kata Agung saat memberi kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 11 November 2020.

Agung menceritakan bahwa ia berprofesi sebagai pengusaha dan menjadi korban penipuan oleh seseorang bernama Andreas. Agung juga ikut di dalam sebuah grup yang berisi para korban penipuan Andreas. Di grup tersebut juga ada notaris bernama Devy.

Devy, kata Agung, suatu hari menghubunginya secara pribadi. Devy menawarkan bahwa kasus yang dihadapi Agung akan dibantu oleh seseorang yang top, yaitu Nurhadi. Agung semula tidak mengenal Nurhadi. Dari media, ia baru mengetahui bahwa orang tersebut adalah Sekretaris MA.

Devy kemudian mengajak Agung janjian bertemu dengan Nurhadi di Hotel Shangri-La pada 27 Mei 2017. Saat bertemu di sebuah kamar hotel, Agung terkejut karena sosok yang ditemuinya bukan Nurhadi melainkan orang muda, yaitu Rezky.

Dalam pertemuan itu, Rezky meminta data lengkap atas kasus penipuan yang dialami Agung. Selain itu, Devy juga meyakinkan Agung bahwa Rezky bisa membantunya menyelesaikan kasus. 

"Saya dipamerin sama namanya Bu Devy, 'Ini lho orangnya bisa nangkep siapa. Ini bisa penjarakan Iwan Liman'," katanya.

Agung kemudian menanyakan apakah ada biaya untuk bantuan tersebut. Devy, kata Agung, menyatakan tidak ada biaya tetapi bisa bagi hasil dari uang yang bisa dikembalikan dari kasus penipuan tersebut.

Agung pun setuju. Ia kemudian menceritakan kepada Albert, pengusaha yang juga menjadi korban Andreas, mengenai Rezky yang disebut bisa membantu mengurusi perkaranya. Akhirnya, Albert dan Agung pun kembali menemui Rezky di sebuah rumah di Jalan Bawean, Surabaya. Di sana, Albert menyerahkan data-data terkait kasus penipuan.

Setelah pertemuan tersebut, Rezky pun menghubungi Agung dan menanyakan apakah jadi dibantu atau tidak. "Saya bilang jadi saja, enggak apa-apa. Kenapa enggak dibantu? Saya enggak punya apa-apa. Sampean bisa bantu ya bantu saja. Tapi nanti bagi hasil," ujar Agung.

Namun, Rezky meminta uang Rp 250 juta sebagai uang muka. "Bahasanya dia (Rezky) untuk biaya polisi."

Agung pun komplain ke Devy karena permintaan uang muka tersebut di luar kesepakatan. "Bu apa-apaan ini kok minta uang di depan. Saya enggak mau diminta uang di depan saya enggak punya uang lagi. Saya ini korban, bukan malah diajak jadi korban lagi."