'Sajadahnya Sudah Saya Sediakan'

'Sajadahnya Sudah Saya Sediakan'
Ilustrasi | Romo Mangun dan Gus Dur

Oleh: Imas Senopati

SAYA dapat kiriman cerita yang sangat menarik dari teman untuk kita renungkan bersama, betapa indahnya sebuah persahabatan:

Romo Mangun (YB Manguwijaya) yang Katolik berujar tentang Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), sahabatnya: "Beliau ini jauh lebih Katolik dibanding saya, hanya saja beliau belum dibaptis.

Mendengar hal itu, Gus Dur dengan tangkas langsung menimpali :

"Panjenengan itu juga lebih Islam daripada saya, hanya saja panjenengan tidak hapal syahadat.

Lalu beberapa saat kemudian, saat suara azan terdengar - Romo Mangun berkata pada Gus Dur :
"Kae nek arep sholat, sajadahe wis tak cepakke" (Kalau mau sholat, sajadahnya sudah saya siapkan).

Saya terharu membayangkan dialog mesra dua manusia besar itu. 

Dan suatu saat, Romo Mangun sendiri pernah berkata: "Sebelum mempelajari surga dan malaikat, belajarlah dulu menjadi manusia biasa."

Betapa indahnya persahabatan Gus Dur dan Romo Mangun. Dan lebih dari indah, bahkan mengharukan - bagaimana persahabatan keduanya sedemikian "spiritual"nya sekaligus begitu manusiawinya.

Dari kedua tokoh besar dan guru bangsa itu kita belajar, betapa Tuhan itu memang satu dan puncak dari ajaran-Nya adalah cinta, kasih, damai. 

Persahabatan dua guru bangsa yang menggetarkan...