Politik

Said Aqil Ajak Warga NU Menangkan Kiai Ma’ruf Amin

LAMONGAN, SENAYANPOST.com – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Sirodj mengajak kepada warga NU untuk bersatu memenangkan KH. Ma’ruf Amin, dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April mendatang.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Istighotsah Akbar dalam rangka Harlah NU ke 96 tahun 2019, PCNU Lamongan dan PCNU Babat di Stadion Surajaya Lamongan, Jum’at (29/3/2019).

“Warga NU harus solid dan bersatu dukung KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 17 April mendatang, agar tokoh dan kader NU menjadi pemimpin negeri ini,”terang kiai Said di hadapan puluhan ribu jamaah Nahdlatul Ulama.

Ia sampaikan ini penting bagian dari doa. Karena dirinya menegaskan dalam hal ini tidak kampanye, melainkan mendoakan.

“Sebenarnya saya tidak kampanye tapi mendoakan mudah-mudahan kader dan tokoh NU bisa menjadi wakil presiden,”katanya.

Selain itu dalam tausiahnya, kiai Said dalam memperingati Harlah NU ke 96, Istighotsah ini seyoganya akan digelar di Jakarta, namun suatu hal akhirnya dibatalkan, dan seluruh PCNU di Indonesia untuk menggelar istighotsah akbar di daerahnya masing-masing.

“Jadi istighotsah yang digelar di setiap PCNU kabupaten masing-masing ini, tujuannya mendoakan bangsa Indonesia agar aman, “ungkapnya.

Sementara dalam acara tersebut, selain dihadiri Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj, nampak juga Putri mendiang Mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid, Yeni Wahid, Nusron Wahid, bupati Lamongan H Fadeli, wabup dan seluruh Forkopimda, serta ratusan kiai dari Lamongan.

Dalam sambutan kebangsaan Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj, meminta kepada seluruh warga nahdiyin Lamongan, agar tetap menjaga persatuan dan terus memegang ajaran NU ditengah situasi gejolak politik yang terjadi di Indonesia jelang pemilihan presiden ini.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada warga nahdiliyin Lamongan agar tidak mengikuti jejak sosok-sosok orang Islam yang menganut Islam radikal. Sebab Islam tidak pernah mengajarkan orang-orang yang tidak sepaham dengan orang Islam, untuk dibenci apalagi disebut dengan sebutan kafir.

“Jangan sebut kafir, lebih baik kita sebut non muslim saja, jangan sampai kita sebagai warga NU ikut-ikutan dengan mereka yang mengangkut faham Islam radikal,” katanya.

Karena NU merupakan organisasi yang memiliki basis masa yang besar, dengan menganut faham Imam Syafi’i. Imam Syafi’i sendiri merupakan ulama besar yang tidak perlu diragukan lagi. Setiap ulama terdahulu mengakui jika sosok beliau merupakan ulama yang cerdas.

“Banyak ulama yang mengagumi kehebatan Imam Syafi’i, beliau merupakan orang cerdas beliau telah merumuskan beberapa kitab yang dijadikan acuan oleh ulama lainnya,” tegasnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close