Saham BUMN Paling Diburu di Tengah Corona

Saham BUMN Paling Diburu di Tengah Corona

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi perusahaan yang paling diburu di pasar modal di tengah pandemi virus corona atau covid-19. Kenyataan ini sebagai wujud kepercayaan pasar terhadap kinerja BUMN.

"Salah satu yang lagi hot di bursa adalah saham-saham BUMN," kata Menteri BUMN Erick Thohir, dalam acara Wajah Indonesia di Metro TV, Selasa (17/11/2020) malam.

Erick mencatat kenaikan saham perusahaan negara mencapai 19,7 persen dibandingkan saham lainnya yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut catatannya, kenaikan saham BUMN lebih tinggi dari indeks LQ45 yang hanya sekitar 10 persen. Indeks LQ45 sendiri berisikan perusahaan-perusahaan teratas dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

"Jadi apa? Bahwa masyarakat sekarang percaya dengan transformasi BUMN," imbuhnya.

Lebih lanjut, Erick mengatakan saham-saham BUMN yang saat ini paling diburu investor adalah perusahaan negara di bidang farmasi. Erick menilai hal ini tak lepas dari sentimen rencana produksi vaksin covid-19.

"Salah satunya, kalau kami breakdown bagaimana saham-saham dari BUMN farmasi di bursa sekarang sangat dikejar, apakah yang namanya Kimia Farma, Indo Farma," katanya.

Di sisi lain, ia melihat kepercayaan investor terhadap saham BUMN farmasi juga muncul karena pemerintah menyiapkan perusahaan untuk bertransformasi.

Berdasarkan target transformasi, Erick ingin PT Bio Farma (Persero) menjadi pusat produsen vaksin covid-19 di Asia Tenggara (ASEAN). Sementara PT Kimia Farma (Persero) Tbk menjadi produsen utama obat-obatan berbasis bahan kimia.

Tujuannya, agar Indonesia tak melulu ketergantungan impor obat dari luar negeri. Sedangkan PT Indofarma (Persero) Tbk ingin disulap menjadi produsen obat herbal mendunia seperti banyak perusahaan obat herbal dari China.

Sebagai informasi, saat ini saham Kimia Farma (KAEF) menguat 0,3 persen ke level 3.290. Sedangkan Indofarma (INAF) naik 0,62 persen ke 3.270 pada akhir perdagangan kemarin. (Jo)