Kriminal

Sadis Sakit Hati Wanita di Lahat Sumsel Order Eksekutor Bunuh Suami

Palembang – Sadis! Hanya karena sakit hati, seorang wanita di Lahat Sumatera Selatan (Sumsel) nekat menyuruh eksekutor membunuh suami. Eksekutor dijanjikan bayaran Rp15 juta.
Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede, Rabu (20/7/2016). Eksekutor pembunuhan adalah Yedi Wandra (30) warga Kabupaten Lahat yang kabur ke Palembang setelah membunuh targetnya Haniri pada 11 Juni 2016.
“Usai membunuh targetnya, tersangka Yedi sempat lari ke Lampung. Selanjutnya ke Palembang dan bekerja di warung pecel lele. Dan kemarin kita tangkap dalam persembunyiannya,” kata Maruly.
Menurut Maruly, pihaknya dalam hal ini membantu Polres Lahat yang memburu Yedi. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku saat membunuh korbannya turut dibantu temannya bernama Ujang.
“Sekarang Ujang yang turut membantu itu sudah kita sampaikan ke Polres Lahat dan sudah dilakukan penahanan,” kata Maruly.
Maruly menjelaskan, kasus pembunuhan ini terjadi di Jl Sp 1 Kecamatan Kikim Barat, Kab Lahat 11 Juni 2016. Tersangka Yedi mengaku menerima order lewat kawannya atas permintaan Epri yang tak lain istri korban Haniri.
Dalam aksinya, Yedi selaku eksekutor berpura-pura menelepon Haniri untuk menambah daya listrik. Karena selama ini korban bekerja bidang kelistrikan rekanan PLN.
“Tersangka berpura-pura mau nambah daya listrik lantas ditentukan lokasinya. Setelah korban datang, pelaku langsung menusuk dengan pisau beberapa kali ke tubuh korban hingga tewas,” kata Maruly.
Kasus ini pun membuat geger warga setempat. Pihak kepolisian setempat awalnya memintai keterangan istri korban. Anehnya, sehari setelah kasus pembunuhan itu, Epri selaku dalang menghilang dari rumahnya. Epri sempat melarikan diri ke Pekanbaru.
“Tak lama Polres Lahat mengamankan Epri dan akhirnya mengakui sebagai dalang. Dari keterangan Epri selanjutnya berkembang dia menyuruh Yedi untuk membunuh suaminya,” kata Maruly.
“Tersangka Yedi nanti kita serahkan ke Polres Lahat untuk proses lebih lanjut,” tutup Maruly.
(dtc)

KOMENTAR
Lihat selanjutnya
Close