KriminalLintas DaerahPeristiwa

Sadis, Dua Remaja Tewas Ditikam Puluhan Kali Gara-gara Masalah Hutang Orangtua

SEKAYU, SENAYANPOST.com – Tiga pelaku pembunuh Raja Putra bin Irawan (18) warga Desa Gajah Muda Kecamatan Babat Supat dan Aldi Apriyansah bin Suhar (15) warga Desa Gajah Muda Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin akhirnya berhasil diringkus polisi.

Ketiga pelaku yang juga masih remaja yakni RM (18), VFH (16) dan MR (17).

RM dan VFH ditangkap di Jalan Philip 4 Block C Kecamatan Babat Supat, Kabuoaten Muba.

Sedangkan satu pelaku lagi yakni MR (17) menyerahkan diri yang diantarkan langsung oleh kedua orang tua dan Kepala Desa, Selasa (11/6/19) sekitar pukul 12.00 WIB. Pada saat diamankan para tersangka tidak melakukan perlawanan.

Bagaimana kisah ketiga pelaku yang nekad melakukan pembunuhan terhadap temannya ini, bermula pada satu bulan yang lalu orang tua tersangka RM alis Bongkeng dan korban Aldi meminjam uang di bank menggunakan sertifikat tanah.

Namun, pelunasan uang di bank tersebut dibayar secara bersama-sama.

Setelah berlangsung cukup lama orang tua RM menanyakan prihal pelunasan utang di bank yang dipinjam secara bersama.

Bukannya jawaban yang baik diterima, orang tua Aldi malah marah-marah.

Dari sanalah benih-benih dendam muncul antata RM alias Bongken.

Setelah satu bulan berselang kejadian yang tidak diinginkan akhirnya terjadi.

Dimana saat itu, RM sedang berkeliling desa kemudian melihat Aldi dan Raja sedang bertandang ke rumah temannya.

“Tersangka RM ini melihat Aldi dan Raja sedang main ke rumah temannya, disana ia langsung mengabari dua tersangka lain VRH dan MR.

Pelaku langsung menunggu korban di Jalan Philip 3 Desa Tanjung Kerang,” kata Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM, didampingi Kasat Reskrim AKP Deli Haris pada saat konfrenai pers di Polres Muba, Selasa (11/6/19).

Lanjut Kapolres perempuan pertama dijajaran Polres Muba ini, pada saat menunggu korban RM membagikan sejumlah pisau dan keris.

Sedangkan RM membawa senjata api rakitan (Senpira) dan keris kecil dan kayu Balangas yang digunakan untuk memukul korban.

“Pada saat korban melintas RM langsung memukul korban menggunakan kayu di kepala dan mengenai muka korban Raja Putra.

Korban langsung terjatuh sedangkan korban Aldi berhasil melarikan diri tetapi berhasil ditangkap,” ungkapnya.

Pada saat keduanya ditangkap, RM langsung memarahi pelaku Aldi soal hutang piutang.

Tembakan langsung dilepaskan oleh RM menembak korban Aldi, kemudian dada Aldi ditikam.

“Dari hasil visum tidak ditemukan luka bekas tembakan, setelah menusuk korban Aldi. RM langsung menyuruh dua tersangka lain untuk menusuk korban Raja Putra berulang kali sehingga kedua korban tida bergerak lagi.

Usai melakukan perbuatan keji ketiga pelaku langsung mengambil Handphone korban dan sepeda motor dan melarikan diri kearah betung,” ungkapnya.

Korban Raja Putra setelah dilakukan visum mengalami luka tusukan sebanyak 34 lubang, sedangkan Aldi mengalmi luka tusukkan 9 lubang.

“Pasal yang diterapkan untuk pembunuhan ini yakni 340 KUHP dan 365 KUHP dan UU Nomor 23 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman seumur hidup,” jelasnya.

Sementara, otak pembunuhan RM alias Bongkeng mengungkapkan bahwa apa yang dilakukanya karena dendam pasal hutang sebesar Rp 25 juta.

“Karena pasal hutang itu saya kesal sama dia sejak sebulan yang lalu.”

“Saya lihat dia main di rumah temannya lalu saya panggil dua teman karena mereka juga dendam dengan Aldi.

Saya menyiapkan pisau dan keris, sedangkan aku pakai pistol dan keris kecil, mereka pulang langsung saya cegat dan pukul pakai kayu di kepala,” kata Bongkeng.

Dalam pembunuhan Bongkeng menjelaskan mereka memiliki peran masing-masing.

Ia memukul menggunakan kayu memukul wajah mengenai wajah korban Putra, dari sana kedua pelaku lainnya langsung mengeroyok korban dengan membabi buta menggunakan senjata tajam, sebelumnya terjadi penembakan menggunakan senpira tetapi tidak mengenai korban.

“Saya menusuk Aldi berkali-kali menggunakan keris samo pistol, saya dendam sama Aldi karena pasal omngan dengan hutang karena meminjam uang sbeesar Rp 25 jt. Saya juga tembak dia karena malam tidak tahu kena atau tidak,” katanya.

Dua Pelaku sebelum melakukan perbuatan keji mengungkapkan bahwa korban Putra meminta ampun untuk tidak dibunuh dan silahkan ambil motor saya dan akan diberi uang Rp 1 Jt.

“Sebelum dia dibunuh sempat ngomong dak usah bunuh aku ambek motor gek aku kasih duit 1 jt. Mereka tidak melawan sama sekali, saat kami tusuk mereka, usai melakukan itu saya langsung lari.

Lanjut Rafli, ia juga dendam terhadap korban karena sering mencuri mesin air miliknya dan sudah sering terjadi.

“Saya dendam sama dia karena mesin banyu sering hilang, selain itu omongan korban sangat tidak enak,”jelasnya.

Terpisah, Irawan orang tua dari Raja Putra mengungkapkan bahwa tidak menyangka sekali dengan kejadian yang dialami oleh sang anak kesayangan ini.

Sehari-harinya korban ini menampal ban dan tidak ada masalah sama sekali.

“Kalau sehari-hari ini Raja baik-baik saja dan tidak ada masalah, di keluarga juga baik,”ujarnya.

Disinggung mengenai adanya firasat atau tidak mengenai meninggalnya Raja Putra, Irawan mengungkapkan bahwa ia semalam sebelum kejadian ia bermimpi kehilangan Handphone.

“Aku mimpi kehilangan Handphone malamnya dan besok pagi dapet kabar dari saudarnya bahwa ia ditemukan meninggal.

Kami keluarga yang ditinggalkan berharap pelaku segera dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku,”harapnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close