Rusia Garap Pesawat Pengebom Generasi Baru, Bawa Rudal Nuklir Antarbenua

Rusia Garap Pesawat Pengebom Generasi Baru, Bawa Rudal Nuklir Antarbenua

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Rusia telah memulai pembangunan unit eksperimental pertama yang disebut sistem penerbangan prospektif untuk penerbangan jarak jauh, atau pesawat pengebom strategis era baru berkode ‘PAK DA’ pada akhir Mei silam. Pesawat ini akan mampu menggunakan rudal nuklir antarbenua tanpa meninggalkan wilayah Rusia.

Melansir Russia Beyond The Headline, Senin (3/8/2020), para insinyur Rusia telah menyelesaikan pembangunan kokpit, sementara keseluruhan pesawat akan selesai paling cepat pada pertengahan 2021.

Mesin PAK DA dilaporkan dibangun sesuai dengan skema sayap terbang atau tanpa bagian ekor dan badan pesawat terpisah dari sayap. Pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan subsonik hingga 1.190 kilometer per jam, lebih lambat dari kecepatan pesawat pengebom strategis angkatan udara Rusia Tu-160 yang akan digantikannya.

“Pengebom strategis generasi sebelumnya, Tu-160, diciptakan dengan tujuan menerobos sistem pertahanan udara musuh,” ungkap Vadim Kozyulin dari Akademi Ilmu Militer Rusia.

“Berkat kecepatan supersonik dan karakteristik penerbangannya, pesawat itu dapat melesat ke stratosfer untuk menghindari pesawat pencegat musuh dan rudal anti pesawat, kemudian dengan mudah menjatuhkan bom di wilayah musuh. Sementara itu, PAK DA akan dapat menembakkan rudal nuklir tanpa meninggalkan wilayah udara Rusia,” sambungnya.

Saat ini, Angkatan Udara Rusia telah menerima rudal jarak jauh X-555 dan X-101 yang kuat, dengan kemampuan terbang 5.000 kilometer. Oleh karena itu, jelas Kozyulin, tidak ada lagi kebutuhan untuk pembom jarak jauh semacam itu.

Dengan demikian, ucap Kozyulin, pengebom strategis dapat menjalankan misinya tanpa perlu meninggalkan perbatasan Rusia dan tetap berada di bawah perlindungan sistem pertahanan udara. Di samping itu, rudal akan ditempatkan di bagian dalam pesawat ini dan badan pesawat dibuat menggunakan bahan penyerap gelombang radio yang digunakan pada pesawat siluman.

Kozyulin juga mengatakan, setiap PAK DA akan membawa amunisi dengan berat hingga 40 ton, sama seperti semua pengebom strategis modern lainnya. “Pesawat ini akan memiliki semua jenis bom nuklir dan konvensional, seperti penembus lapis baja, penekan, kluster dan lainnya,” ujarnya.

Menurut laporan sejumlah media di Rusia, setiap pesawat PAK DA diperkirakan mampu terbang hingga 30 jam tanpa mengisi bahan bakar pada temperatur mulai minus 60 hingga 50 derajat Celcius. Masa pakai minimum setiap pesawat diperkirakan tidak kurang dari 12 tahun, dengan perpanjangan hingga 21 tahun setelah melewati prosedur perawatan.

Kozyulin juga mengatakan, setiap PAK DA akan membawa amunisi dengan berat hingga 40 ton, sama seperti semua pengebom strategis modern lainnya. “Pesawat ini akan memiliki semua jenis bom nuklir dan konvensional, seperti penembus lapis baja, penekan, kluster dan lainnya,” ujarnya.

Menurut laporan sejumlah media di Rusia, setiap pesawat PAK DA diperkirakan mampu terbang hingga 30 jam tanpa mengisi bahan bakar pada temperatur mulai minus 60 hingga 50 derajat Celcius. Masa pakai minimum setiap pesawat diperkirakan tidak kurang dari 12 tahun, dengan perpanjangan hingga 21 tahun setelah melewati prosedur perawatan.