Rupiah Tertekan ke Rp14.765

Rupiah Tertekan ke Rp14.765
Ilustrasi (Foto/CNBC Indonesia)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.765 per dolar AS pada perdagangan pasar spot hari ini (8/9). 
Posisi tersebut melemah 0,41 persen dibandingkan perdagangan Senin (7/9) sore di level Rp14.740 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.798 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi kemarin yakni Rp14.754 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. 

Dolar Singapura melemah 0,14 persen, yen Jepang melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia melemah 0,14 persen, rupee India melemah 0,35 persen, yuan China melemah 0,06 persen, dan baht Thailand melemah 0,07 persen.

Hanya dolar Taiwan yang terpantau masih menguat 0,09 persen, diikuti won Korea Selatan dengan penguatan 0,15 persen dan peso Filipina yang menguat 0,22 persen.

Di sisi lain, mata uang di negara maju bergerak variatif terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,47 persen dan dolar Australia menguat 0,04 persen. Sementara dolar Kanada melemah 0,31 persen dan franc Swiss melemah 0,15 persen.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar terhadap mata uang kawasan Asia dipengaruhi oleh rencana pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) Kamis mendatang.

Walaupun keputusan kebijakan ECB yang akan diturunkan pada hari itu secara luas diperkirakan tidak berubah, fokus pasar masih tertuju pada perkiraan inflasi bank.

"Rapat kebijakan ini terjadi setelah mata uang Euro mencapai level tertinggi, di atas US$1,20 pada awal bulan September serta komentar dari kepala ekonom ECB Philip Lane untuk menurunkan mata uangnya agar tidak dapat di manfaatkan oleh para spekulan," tutur Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Di samping, penguatan dolar juga dipicu Konflik antara AS dan China yang terus membara setelah Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers Gedung Putih kemarin. Trump hendak mengekang hubungan ekonomi antara kedua negara.

"Apalagi di Hong Kong telah terjadi demonstrasi besar-besaran yang berujung bentrokan dengan aparat kepolisian Hong Kong dan terjadi penangkapan 100 lebih aktivis yang menginginkan pemilu di percepat," imbuh Ibrahim.

Sementara dari dalam negeri pelemahan rupiah dipicu pertumbuhan ekonomi dalam negeri kuartal III tahun ini yang kemungkinan akan mengalami kontraksi minus 2 persen sampai minus 1 persen.

Pemerintah sendiri telah melakukan program stimulus besar-besaran yang berfokus pada penanganan kesehatan masyarakat, bantuan sosial seperti bantuan langsung tunai (BLT), Bansos (Sembako) hingga program keluarga harapan(PKH).

Selain itu juga ada program bantuan yang ditujukan kepada pelaku UMKM serta bantuan untuk karyawan yang bergaji di bawah Rp5 juta sebesar Rp.600 ribu selama 4 bulan.

"Dalam perdagangan sore ini rupiah ditutup melemah tipis 25 poin di level Rp14.765 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.740 per dolar AS. Dalam perdagangan besok rupiah masih akan fluktuatif dan ditutup melemah tipis antara 10-30 point di level Rp14.750-14.820 per dolar AS," tandasnya.