Ekonomi

Rupiah Menguat ke 14.850 per Dolar AS Dipicu Pelonggaran Lockdown

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Perdagangan pasar spot Senin (18/5/2020) sore menempatkan rupiah di posisi Rp14.850 per dolar AS. Posisi ini menguat 10 poin atau 0,07 persen dari perdagangan sebelumnya Rp14.860.

Kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.885 per dolar AS atau menguat dari sebelumnya Rp14.909 per dolar AS.

Sebaliknya, mayoritas mata uang Asia lainnya di Asia justru tampak melemah. Peso Filipina melemah 0,31 persen, won Korea Selatan 0,11 persen, ringgit Malaysia 0,48 persen, rupee India 0,45 persen, dan dolar Singapura 0,03 persen.

Sementara, pergerakan mata uang di negara maju cukup bervariasi. Terpantau, poundsterling Inggris minus 0,14 persen dan euro Eropa 0,12 persen, sedangkan dolar Australia dan Kanada sama-sama menguat sebesar 0,47 persen dan 0,26 persen

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi oleh ekspektasi pasar mengenai perbaikan ekonomi global setelah sejumlah negara melonggarkan kebijakan lockdown. Dengan harapan itu, pasar pun kembali berani bertransaksi di pasar valuta asing (valas).

“Ini dipengaruhi harapan pelonggaran lockdown di beberapa negara, saya kira penguatan ini tidak signifikan,” ucap Lukman.

Diketahui, beberapa negara atau daerah yang melonggarkan kebijakan lockdown, antara lain Swiss, Austria, India, California, Afrika Selatan, dan Australia. Saat ini, pemerintah Indonesia juga sedang membuat skenario pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close