Ekonomi

Rupiah Melemah ke Level Terendah

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Kamis (19/4/2018), ke level terendah sejak Februari 2016.

Rupiah ditutup merosot 108 poin atau 0,78% ke level Rp13.893 per dolar AS, setelah dibuka dengan depresiasi 0,07% atau 10 poin di posisi Rp13.795 per dolar AS.

Pada perdagangan Kamis (19/4/2018), rupiah berakhir melemah 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.785. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.768 – Rp13.901 per dolar AS.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan depresiasi rupiah ini dipicu oleh sejumlah faktor eksternal, khususnya situasi di Amerika Serikat.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,27% atau 0,240 poin ke level 90,180 pada pukul 17.26 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka turun 0,034 poin atau 0,04% di posisi 89,906 setelah pada perdagangan Kamis (19/4) ditutup menguat 0,35% atau 0,317 poin di posisi 89,940.

Indeks dolar kembali menguat setelah Presiden Donald Trump tidak membuat permintaan-permintaan baru terkait perdagangan dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe awal pekan ini.

“Selama berpekan-pekan, kita melihat kabar negatif silih berganti, di antaranya perang dagang, Suriah, Rusia, Facebook, Uber, Tesla,” ujar Koichi Takamatsu, kepala perdagangan forex di Nomura Securities.

“Bahkan setelah semuanya berlalu, dolar tidak turun lebih jauh. Para pelaku pasar yang menahan melakukan pembelian mulai kembali membeli,” tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Rupiah melemah paling tajam di antara mata uang lainnya di Asia yang mayoritas juga melemah. Won Korea Selatan mengekor pelemahan rupiah dengan depresiasi 0,52%, disusul rupee India yang melemah 0,38%. Adapun hanya dolar Hong Kong yang menguat 0,03%. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close