Ekonomi

Rupiah Melemah Akibat Lesunya Prospek Manufaktur Global

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Nilai tukar rupiah bergerak menguat 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.215 per dolar AS pada awal perdagangan Rabu (4/9/2019), setelah dibuka rebound dengan penguatan 6 poin atau 0,04 persen ke level Rp14.222 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,056 poin atau 0,06 persen ke level 98,944 pada pukul 08.07 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka melemah 0,034 poin atau 0,03 persen ke level 98,996, setelah pada akhir perdagangan Selasa (3/9) ditutup menguat 0,084 poin atau 0,08 persen di posisi 99.

Seperti dikutip bisnis.com, pada pukul 08.15 WIB, rupiah bergerak menguat di awal perdagangan. Nilai tukar rupiah tergelincir dan ditutup melemah 34 poin atau 0,24 persen di level Rp14.228 per dolar AS, setelah mampu membukukan apresiasi selama tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya, kemarin, Selasa.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau menguat 0,312 poin atau 0,32 persen ke posisi 99,228.

Dilansir Bloomberg, rupiah melemah di tengah menyusutnya permintaan untuk aset-aset berisiko akibat prospek manufaktur global yang lesu.

Menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) China, Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur turun menjadi 49,5 pada Agustus.

Secara keseluruhan, sentimen manufaktur di seantero Asia tetap lemah selama Agustus di tengah memanasnya perang perdagangan antara AS dan China. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close