Rupiah Melemah 7 Poin di Level Rp14.065 per Dolar AS

Rupiah Melemah 7 Poin di Level Rp14.065 per Dolar AS

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan Rabu (11/11/2020) pagi, rupiah mengalami pememahan sebesat 0,05 persen atau 7 poin.

Rupiah hari ini diperdagangkan di level Rp14.065 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS koreksi 0,11 persen menuju 92,65.

Sebelumnya, pada Selasa (10/11/2020), nilai tukar rupiah menguat 7,5 poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.057,5 per dolar AS. Sementara itu, Indeks dolar AS turun tipis 0,004 poin ke level 92,721.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim dalam laporannya menyebutkan, berlanjutnya penguatan rupiah salah satunya disebabkan oleh prospek kehadiran vaksin covid-19 yang dapat tersedia dalam waktu dekat. Hal ini dinilai dapat meningkatkan optimisme atas pemulihan ekonomi global.

Pembuat obat Pfizer Inc mengatakan pada hari Senin bahwa kandidat vaksinnya, yang sedang dikembangkan dalam kemitraan dengan BioNTech Jerman, lebih dari 90% efektif dalam mencegah covid-19. 

Klaim tersebut didasarkan pada data dari 94 orang pertama yang terinfeksi virus dalam uji klinis skala besar Pfizer.

Sementara itu, proses peralihan kekuasaan dari Presiden Donald Trump kepada calon penggantinya Joe Biden tidak terlalu mulus. Hal tersebut karena Trump belum mengakui kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS.

Dari dalam negeri, muncul harapan resesi di Indonesia tidak akan bertahan lama. 

Hal tersebut terlihat dari survei konsumen yang dirilis Bank Indonesia pada Oktober 2020 yang menunjukkan alokasi pengeluaran konsumen yang dipakai untuk berbelanja mencapai 69,36%.

Jumlah tersebut naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 68,8% sekaligus menjadi yang tertinggi sejak Juni 2019. 

Hal tersebut juga ditopang dengan konsumsi di kelompok masyarakat menengah atau dengan pengeluaran Rp2,1-3 juta dan Rp3,1-4 juta per bulan mencatatkan kenaikan.

“Saat konsumsi rumah tangga pulih, maka niscaya PDB secara keseluruhan juga ikut terangkat karena porsi konsumsi yang sangat signifikan. Oleh karena itu, ada peluang ekonomi kuartal IV-2020 bisa tumbuh,” demikian kutipan laporan tersebut. (Jo)