Rupiah Melemah 20 Poin di Level Rp14.375 per Dolar AS

Rupiah Melemah 20 Poin di Level Rp14.375 per Dolar AS

JAKARTA, SENAYANPOST.com  - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan Jumat (18/6/2021) pagi melemah 20 poin atau 0,14 persen.

Rupiah ditransaksikan ke posisi Rp14.375 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.355 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg pada Kamis (17/6/2021), mata uang Garuda terdepresiasi 0,83 persen menjadi Rp14.355 per dolar AS. Sejak awal tahun, rupiah turun 2,17 persen. 

Mayoritas mata uang di kawasan Asia Pasifik juga terjatuh ke zona merah sore ini. Won Korea Selatan melemah 1,20 persen, peso Filipina melemah 0,64 persen, dan rupee India melemah 0,65 persen. Di sisi lain, hanya yen Jepang yang menguat terhadap dolar AS sebesar 0,13 persen. 

Sementara itu, dolar AS terpantau menguat 0,50 persen menjadi 91.590. Adapun, penguatan dolar AS sudah terjadi selama lima hari berturut-turut. 

Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell menyampaikan baru-baru ini bahwa pihaknya menyadari risiko inflasi dan akan memulai diskusi mengenai penyesuaian pembelian obligasi. 

Dot plot pembuat kebijakan di The Fed menunjukkan bahwa suku bunga berpeluang dinaikkan dua kali hingga akhir 2023, atau lebih cepat dari perkiraan. 

Hal ini menandai perbalikan arah komunikasi The Fed kepada pelaku pasar global, yang selama ini sangat dovish. 

“Kami melihat orang tampaknya kurang nyaman dengan asumsi The Fed ternyata tidak sesabar yang diinginkan,” kata Co-head of Global Economics Natwest Markets Michelle Girard, dikutip dari Bloomberg pada Kamis (17/6/2021). 

Walaupun Powell tidak menyebut secara eksplisit peluang kenaikan suku bunga, namun investor tampaknya mengartikan komentar orang nomor satu di Federal Reserve itu sebagai persiapan untuk mode hawkish yang berujung pada pengetatan (tapering). 

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) 16-17 Juni 2021 memutuskan tingkat suku bunga acuan tetap di level rendah 3,5 persen. 

Begitu pula dengan tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility masing-masing tetap di 2,75 persen dan 4,25 persen.  

"Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah, dan stabilitas nilai tukar rupiah yg terjaga dan memperkuat upaya pemulihan ekonomi," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI periode Juni 2021 secara virtual, Kamis (17/6/2021). (Jo)