Ekonomi

Rupiah Jumat Sore Terapresiasi, Masih Terimbas Kebijakan BI

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore terapresiasi, masih terimbas kebijakan Bank Indonesia yang memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR).

Rupiah menguat 22 poin atau 0,15 persen menjadi Rp14.213 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.235 per dolar AS.

Direktur Utama Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta, mengatakan pada perdagangan akhir pekan ini rupiah menguat, imbas dari penurunan suku bunga BI kemarin (22/8/2019) walaupun penguatannya hanya tipis.

“Efek penurunan suku bunga acuan oleh BI sudah terlihat, walaupun tidak terlalu signifikan penguatannya,” ujarnya.

Pada Kamis (22/8), Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Agustus 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen dari sebelumnya 5,75 persen.

“Kebijakan penurunan suku bunga menjadi penurunan kedua sepanjang 2019,” katanya.

Menurut dia, penurunan suku bunga acuan tidak mengurangi daya tarik pasar keuangan Indonesia. Pasalnya, selisih imbal hasil dengan negara-negara tetangga masih relatif bersaing.

“Akan tetapi, masih adanya ancaman perlambatan ekonomi global membuat pelaku pasar lebih memilih selamatkan diri sehingga apresiasi rupiah relatif tipis,” katanya, seperti dikutip Antara.

Sikap pelaku pasar itu, lanjut dia, tidak terlepas dari perkembangan di bidang perdagangan Amerika Serikat-China menyusul pernyataan Juru Bicara Kementerian Perdagangan China untuk mengambil tindakan balasan yang sesuai jika AS dengan keras berpegang teguh pada caranya sendiri.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.249 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.234 per dolar AS. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close