Ekonomi

Rupiah Hari ini Ditutup Menguat Rp14.150 per Dolar AS

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kurs rupiah bertengger di posisi Rp14.150 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Kamis (10/10) sore. Posisi ini menguat 0,16 persen dibanding penutupan pada Rabu (9/10) yakni Rp14.172 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.157 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yakni Rp14.182 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp14.142 hingga Rp14.180 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat sebesar 0,02 persen, ringgit Malaysia 0,06 persen, dan yen Jepang 0,07 persen.

Penguatan juga terjadi pada yuan China sebesar 0,1 persen, peso Filipina 0,13 persen, won Korea 0,16 persen, dolar Singapura 0,19 persen. Namun, ada juga mata uang yang melemah terhadap dolar AS seperti bath Thailand sebesar 0,26 persen, lira Turki 0,17 persen, dan rupee India 0,02 persen.

Di negara maju, nilai tukar mata uang terhadap dolar AS tercatat menguat di antaranya dolar Kanada sebesar 0,18 persen, poundsterling Inggris 0,26 persen, dolar Australia 0,42 persen, dan euro 0,43 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkapkan penguatan rupiah itu dipengaruhi laporan-laporan terkait perjanjian antara AS dan China pada pertemuan kedua perwakilan masing-masing kubu hari ini.

Ia menyebutkan adanya laporan yang mengatakan bahwa kedua belah pihak akan menerima semacam perjanjian yang lebih sempit dalam jangka pendek. Hal itu sebagai upaya untuk menyelesaikan perang dagang antara keduanya yang telah menekan kondisi ekonomi masing-masing pihak.

Gedung Putih juga mengatakan ingin menghidupkan kembali gagasan tentang manajemen mata uang yang telah diperdebatkan dalam pembicaraan awal tahun ini, serta menangguhkan kenaikan tarif impor kepada China yang dijadwalkan mulai berlaku akhir bulan ini.

“Pasar mencerna semua berbagai laporan, ada kemungkinan akan terjadi kesepakatan dalam pertemuan antara pejabat AS dan China,” kata Ibrahim.

Sementara itu, Pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell juga mendapatkan fokus pasar semalam. Powell mengungkap The Fed tidak akan mengesampingkan pemotongan suku bunga tahun ini, tetapi dia menekankan bahwa Fed akan dipimpin oleh data. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close