Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp14.090 pada Akhir Pekan

Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp14.090 pada Akhir Pekan
Rupiah

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.090 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (27/11) sore. Posisi tersebut menguat 0,07 persen dibandingkan perdagangan Kamis (26/11) sore di level Rp14.100 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.145 per dolar AS, atau melemah tipis dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp14.130 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, yen Jepang naik 0,23 persen, won Korea Selatan menguat 0,07 persen, peso Filipina menguat 0,04 persen, yuan China menguat 0,08 persen, dolar Singapura menguat 0,05 persen, dan bath Thailand terpantau menguat 0,01 persen.

Sebaliknya, dolar Taiwan melemah 0,05 persen, rupee India melemah 0,12 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,4 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi. Poundsterling Inggris bergerak melemah 0,07 persen dan dolar Australia melemah 0,30 persen. Sebaliknya franc Swiss menguat dan dolar Kanada menguat 0,30 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan dolar hari ini dipengaruhi kemajuan pembicaraan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa (UE). Kepala negosiator UE Michel Barnier dilaporkan akan berbicara dengan beberapa menteri perikanan UE di kemudian hari untuk membahas keadaan diskusi perdagangan saat ini.

Selain itu, optimisme atas beberapa pengembang vaksin covid-19 juga mencuat, termasuk Pfizer Inc dan Moderna Inc yang mengumumkan hasil positif untuk penawaran mereka selama dua minggu terakhir.

"Ini menempatkan dolar di bawah tekanan karena investor mencari aset yang berisiko," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis.

Sementara dari dalam negeri penguat rupiah ditopang optimisme terhadap kedatangan vaksin akhir tahun ini. Sebagai informasi Indonesia, Brasil, Meksiko, India, dan Rusia adalah negara-negara berkembang yang sepertinya akan menerima vaksin paling awal. Izin penggunaan vaksin kemungkinan bisa diberikan dalam hitungan bulan.

"Kalau memang benar Indonesia akan mendapatkan vaksin lebih awal maka ada harapan besar ekonomi bisa pulih lebih cepat ketimbang negara-negara lain," jelas Ibrahim.

"Dalam perdagangan akhir pekan, rupiah ditutup melemah tipis 10 poin di level Rp14.110 dari penutupan sebelumnya di level 14.100. Sedangkan untuk perdagangan minggu depan tepatnya Senin rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif tetapi ditutup menguat sebesar 5-70 poin di level 14.090--14.130," tandasnya.