Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp14.085 per Dolar AS Sore ini

Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp14.085 per Dolar AS Sore ini
Rupiah

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.085 per dolar AS pada Rabu (24/2) sore. Posisi tersebut menguat 0,05 persen dibandingkan perdagangan Selasa (23/2) sore di level Rp14.092 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.089 per dolar AS, atau menguat dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp14.126 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,06 persen, rupee India menguat 0,17 persen, yuan China menguat 0,22 persen, dolar Singapura menguat 0,05 persen, dolar Taiwan menguat 0,08 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,05 persen. Sebaliknya, yen Jepang melemah 0,33 persen, won Korea Selatan melemah 0,17 persen, dan bath Thailand terpantau melemah 0,03 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,57 persen, dolar Australia melemah 0,13 persen, dan franc Swiss melemah 0,30 persen. Hanya dolar Kanada yang terpantau menguat 0,13 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan mata uang emerging market termasuk rupiah tak lepas dari komitmen Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell untuk tetap menerapkan kebijakan suku bunga rendah.

Selain itu pembelian obligasi oleh bank sentral untuk mendukung pemulihan ekonomi AS dianggap bisa menjadi faktor negatif jangka panjang bagi dolar terhadap rupiah .

Seperti diketahui, yield obligasi (treasury) AS turun 2,9 basis poin ke 1,3348 persen setelah sempat mencapai level tertinggi sejak Februari 2020, atau sebelum virus corona dinyatakan sebagai pandemi.

"Secara bersamaan, investor beralih ke mata uang yang akan memperoleh keuntungan dari perdagangan global yang meningkat serta negara-negara yang membuat kemajuan dalam pemulihan covid-19. Ini juga berkontribusi pada penurunan dolar," ujar Ibrahim, Rabu (24/2).

Meski demikian, lanjut Ibrahim, penguatan rupiah kurang mendapat dukungan dari dalam negeri. Pasalnya penurunan suku bunga yang kembali dilakukan BI tidak dibarengi dengan menurunnya bunga kredit perbankan.

"Sinyal positif data eksternal kurang didukung dengan data internal mengakibatkan penguatan mata uang garuda tertahan," tuturnya.

Ibrahim memproyeksikan rupiah berfluktuasi dan ditutup di rentang antara Rp14.050 per dolar AS sampai Rp14.100 per dolar AS pada Kamis (25/2) besok.