Rupiah Ditutup Melemah Rp14.900 per Dolar AS Sore ini

Rupiah Ditutup Melemah Rp14.900 per Dolar AS Sore ini
Rupiah

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 27,5 poin atau 0,18 persen ke posisi 14.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (28/9/2020).

Berdasarkan data Bloombrg, rupiah bergerak di rentang Rp14.875 hingga Rp14.905 per dolar AS. Adapun indeks dolar terpantau melemah 0,13 persen ke level 94,5160 pada pukul 15.00 WIB.

Sejak awal perdagangan, nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.877,5 per dolar AS. Rupiah terus berada di zona merah hingga akhir perdagangan.

Sementara itu, Kurs rupiah sejengkal lagi menyentuh level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (28/9/2020)

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.959 per dolar AS, melemah 9 poin dari posisi Rp14.941 pada penutupan akhir pekan lalu, Jumat (25/9/2020)

Rupiah melemah bersama mayoritas mata uang Asia. Pelemahan mata uang Asia dipimpin oleh baht Thailand yang melemah 0,30 persen, disusul rupiah (-0,18 persen) dan ringgit Malaysia (0,14 persen).

Sebelumnya, rupiah diramal bangkit setelah pada pekan lalu terus tertekan sebagai dampak dari penguatan dolar AS secara globa.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (25/9/2020), nilai tukar rupiah bertengger di posisi Rp14.872,5 menguat 17,5 poin atau 0,12 persen. Namun, posisi tersebut turun 137,5 poin atau 0,93 persen dibandingkan dengan 18 September 2020 di level Rp14.735

Di sisi lain, indeks dolar mencapai 94,6420, menguat tajam dibandingkan posisi akhir pekan lalu di level 92,9260.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan ada sejumlah sentimen yang membuat nilai tukar menguat pada akhir pekan lalu, antara lain pasar mulai tenang seiring harapan bahwa Kongres AS akan memecahkan kebuntuan selama berbulan-bulan tentang rencana paket stimulus Covid-19.

"Dalam perdagangan hari Senin mata uang garuda kemungkinan masih akan menguat walaupun tipis antara 5-30 point di level 14.850-14.900," tulisnya dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis.

Di sisi lain, sentimen perkembangan vaksin virus corona juga menjadi angin segar bagi rupiah dan mata uang Asia. Untuk diketahui, rupiah dan mayoritas mata uang Asia berhasil menguat pada perdagangan Jumat.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan bahwa rebound rupiah pada Jumat ditopang oleh kabar baik perkembangan vaksin buatan China.

“Ada good news dari WHO sudah approve vaksin Covid-19 yang ditemukan di China sehingga memberikan optimisme jumlah kasus Covid-19 di Indonesia juga bisa turun,” kata Josua kepada Bisnis.

Josua menambahkan bahwa peningkatan imunitas masyarakat di suatu negara bakal mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat lagi.