Ekonomi

Rupiah Ditutup Melemah Rp14.435 per Dolar AS

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.435 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (10/7) sore. Mata uang Garuda melemah 40 poin atau 0,28 persen dari Rp14.395 pada hari sebelumnya.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.501 per dolar AS atau melemah tipis dari Rp14.466 per dolar AS pada Kamis (9/7).

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama mayoritas mata uang lainnnya. Won Korea Selatan melemah 0,73 persen, rupee India minus 0,28 persen, yuan China minus 0,21 persen, dan baht Thailand minus 0,16 persen.

Begitu juga dengan peso Filipina yang melemah 0,14 persen, ringgit Malaysia minus 0,12 persen, dan dolar Singapura minus 0,05 persen. Sedangkan dolar Hong Kong stagnan.

Hanya yen Jepang yang menguat 0,41 persen dari mata uang Negeri Paman Sam. Hal yang sama terjadi di jajaran mata uang utama negara maju, mayoritas kompak berada di zona merah.

Rubel Rusia melemah 0,51 persen, dolar Australia minus 0,34 persen, dolar Kanada minus 0,2 persen, franc Swiss minus 0,18 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,09 persen. Hanya euro Eropa yang menguat tipis 0,01 persen dari dolar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan nilai tukar rupiah kembali melemah pada akhir perdagangan sore ini karena kekhawatiran pasar terhadap penambahan kasus baru virus corona atau covid-19 masih tinggi. Begitu pula di negara-negara lain.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan mencatat ada 1.611 kasus positif baru virus corona di Indonesia pada hari ini. Totalnya, ada 72.347 kasus positif virus corona dengan jumlah kematian mencapai 3.469 orang.

Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organizations/WHO) mencatat ada 140 ribu kasus baru di dunia pada hari ini. Totalnya, sudah tembus 12,01 juta kasus virus corona dengan jumlah kematian mencapai 549 ribu orang.

“Kekhawatiran pasar terhadap peningkatan penularan covid-19 masih bertahan hingga sore ini,” ucap Ariston.

Selain itu, pengaruh pergerakan mata uang di dunia juga berasal dari sentimen turunnya tingkat imbal hasil (yield) surat utang AS, US Treasury bertenor 10 tahun. Sebelumnya, yield berada di kisaran 0,61 persen, kini turun menjadi 0,58 persen.

“Dengan kekhawatiran pasar yang masih tinggi, sehingga pasar mengalihkan sebagian asetnya ke aset aman dolar AS,” pungkasnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close