Ekonomi

Rupiah Diprediksi Lanjutkan Penguatan

JAKARTA, SENAYANPOST.com  – Rupiah diprediksi melanjutkan penguatannya dalam perdagangan hari ini, Jum’ at (19/7/2019).

Dikutip dari Bisnis, Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memperkirakan rupiah masih akan melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS, dengan bergerak di kisaran Rp13.900 per dolar AS hingga Rp14.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat (19/7/2019).

mengatakan bahwa efek pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesi tidak cukup dominan terhadap pergerakan rupiah. Pasar cenderung masih wait and see menjelang realisasi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed akhir bulan ini.

“Kalau saya lihat pergerakan rupiah, reaksinya tidak terlalu besar menanggapi pemangkasan suku bunga acuan oleh BI. Bahkan, hampir tidak bereaksi,” ujar Ariston

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan mayoritas mata uang kelompok Asia berhasil bergerak menguat melawan dolar AS dan mata uang Garuda berada di posisi ketiga mata uang dengan kinerja penguatan terbaik.

Oleh karena itu, di tengah pelemahan dolar AS, Ibrahim mengatakan rupiah dapat bergerak menguat lebih tajam dan bergerak di bawah level Rp13.900 per dolar AS. Pada perdagangan Jumat (19/7/2019), rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp13.895 per dolar AS hingga Rp13.950 per dolar AS.

Kepala Ahli Strategi FX Asia Scotiabank Qi Cao mengatakan bahwa pihaknya telah memangkas target posisi pendek untuk rupiah menjadi Rp13.800 per dolar AS.

Hal tersebut seiring dengan rencana reformasi Presiden RI terpilih Joko Widodo diharapkan akan meningkatkan mata uang dengan imbal hasil tinggi ke depannya.

“Pelonggaran kebijakan akan menurunkan hasil obligasi pemerintah Indonesia lebih lanjut, menarik aliran masuk portofolio obligasi dan menopang pergerakan rupiah,” papar Qi Cao.

Adapun, rupiah telah berhasil menjadi mata uang dengan kinerja penguatan terbaik di Asia sepanjang bulan ini. Mata uang Garuda berhasil jauh memimpin penguatan mata uang Asia dengan bergerak naik 2,62%. Sementara itu, sepanjang tahun berjalan rupiah berada di posisi kedua dengan menguat 3,08%, kalah dari baht yang menguat 4,73% terhadap dolar AS.

Rupiah berhasil membalikkan posisi pada perdagangan Kamis (18/7/2019) dengan ditutup menguat melawan dolar AS seiring dengan keputusan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis (18/7/2019) rupiah berada di level Rp13.960 per dolar AS, terapresiasi 0,16% atau 23 poin.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close