Rupiah Dibuka Menguat 12 Poin di Level Rp14.013 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat 12 Poin di Level Rp14.013 per Dolar AS

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan Rabu (3/2/2021) pagi menguat 12 poin atau 0,09 persen.

Rupiah ditransaksikan ke posisi Rp14.013 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.025 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, pada Selasa (2/2/2021), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 2,5 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.025 per dolar AS. Indeks dolar di sisi lain turun 0,05 persen level 90,937.

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.044 per dolar AS, melemah 2 poin atau 0,01 persen dari posisi Rp14.042 pada Senin (1/2/2021).

VP Economist Bank Permata Josua Pardede menuturkan, nilai rupiah berpeluang menembus level Rp13.900. Hal ini terjadi seiring dengan perbaikan sentimen risiko yang dipengaruhi harapan investor terkait stimulus fiskal AS.

“Ekspektasi stimulus AS yang mendorong pelemahan indeks dolar AS akan berimbas pada risk-on sentimen di pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia,” katanya, Selasa (2/2/2021).

Selain itu, rupiah juga didukung oleh penurunan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun yang turun sekitar 2 basis poin menjadi 6,14 persen. Penurunan yield tersebut juga ditopang oleh hasil lelang SUN pada hari ini yang mencatatkan penawaran sebesar Rp83,79 triliun.

“Nilai tukar  rupiah kemungkinan akan diperdagangkan di kisaran Rp13.975 hingga Rp14.100 per dolar AS,” katanya.

Secara terpisah, Analis Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan, rupiah kesulitan melanjutkan tren penguatan seiring dengan kondisi bursa Indonesia yang turut melemah. 

Hal tersebut juga ditambah dengan kelanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali. (Jo)