Rupiah Dibuka Melemah ke Rp14.485 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp14.485  per Dolar AS Pagi Ini
Rupiah

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.485 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Rabu (7/7) pagi. Mata uang Garuda melemah 0,10 persen dari Rp14.470 pada Selasa (6/7) sore.

Pagi ini, mayoritas mata uang Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Dolar Taiwan melemah 0,20 persen, won Korea melemah 0,56 persen, peso Filipina melemah 0,55 persen, rupee India melemah 0,32 persen, ringgit Malaysia melemah 0,09 persen, dan bath Thailand melemah 0,19 persen.

Sebaliknya, yen Jepang menguat 0,17 persen, dolar Singapura menguat 0,01 persen dan yuan China menguat 0,06 persen.

Sementara itu, mata uang utama negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar.

Poundsterling Inggris melemah 0,03 persen dan dolar Kanada melemah 0,06 persen. Hanya dolar Australia dan franc Swiss yang menguat masing-masing 0,05 persen dan 0,01 persen.

Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi melemah hari ini karena pelaku pasar mengantisipasi rilis notulen rapat kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, dini hari nanti.

"Notulen bisa memberikan indikasi potensi kebijakan moneter Bank Sentral AS akan lebih ketat ke depannya dan bisa mendorong penguatan dolar AS," imbuhnya dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com.

Sementara dari dalam negeri, kasus baru harian covid-19 yang terus melompat naik dan memecahkan rekor masih menjadi kekhawatiran pasar yang menekan rupiah.

"Bila terus naik, dikhawatirkan PPKM darurat akan berlangsung lebih lama dan ini akan menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia," terang dia.

Pagi ini, pasar juga menunggu data cadangan devisa Bank Indonesia. Menurutnya, data yang menunjukkan cadangan devisa masih bertahan di level tinggi, bisa menahan pelemahan rupiah.

"Potensi pelemahan rupiah ke arah Rp14.520 per dolar AS, dengan potensi support di kisaran Rp14.450 per dolar AS," tandasnya.