Lintas Daerah

Rugikan Petani, Ekspor Lada Putih ke Vietnam Diminta Dihentikan

BABEL, SENAYANPOST.com – Dinilai menguntungkan negara Vietnam dan merugikan petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) serta daerah lainnya, Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia membidangi Infrastruktur dan Investasi, Muhammad Abduh, meminta eksportir mengubah pola dengan menghentikan ekspor lada putih ke negara tersebut.

“Jangan lagi mengekspor lada ke Vietnam, tetapi harusnya di ekspor ke Amerika dan Eropa,” kata Muhammad Abduh, di Pangkalpinang, Jumat (20/7/2018).

Menurutnya, dibandingkan Vietnam hasil lada putih petani Provinsi Kepulauan Babel yang dikenal “muntok white pepper” memiliki kualitas, cita rasa, dan aroma yang lebih baik. Tindakan mengekspor lada ke Vietnam sangat menguntungkan negara itu dan merugikan para petani lada karena harga yang diterima petani rendah tidak sesuai biaya produksi yang tinggi.

Ia beranggapan, selama ini bukan tidak mungkin lada dari Babel yang memiliki citra rasa yang pedas dicampur dengan lada Vietnam untuk kemudian di eskspor lagi ke Benua Amerika dan Eropa dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Karenanya, eksportir lada dalam negeri, baik di Bangka Belitung maupun di daerah lainnya di Indonesia diminta untuk tidak melakukan kegiatan mengekspor lada ke Vietnam. Untuk menghentikan ekspor lada ke Vietnam ini, Kementerian Perdagangan diharapkan untuk membahas hal ini dengan para eksportir untuk mencari solusi lebih baik yang menguntungkan petani.

Diketahui, produksi lada dunia saat ini mencapai 400 ribu ton per tahun. Dari jumlah itu Vietnam menyumbang 200 ribu ton, sementara Indonesia hanya 60 ribu ton per tahun.

“Saya meragukan jika produksi lada Vietnam bisa mencapai 200 ribu ton dan produksi lada Indonesia hanya sekitar 60 ribu ton per tahun,” jelasnya. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close